Helo Indonesia

Ini Perasaan Devira saat Perankan Nyai Pandansari dalam Kirab Syawalan Boja

Selasa, 8 April 2025 10:40
    Bagikan  
Ini Perasaan Devira saat Perankan Nyai Pandansari dalam Kirab Syawalan Boja

Keanggunan Devira saat memerankan Nyai Pandansari dalam Kirab Syawalan di Boja

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Setiap kirab budaya merti desa sebagai tradisi gerebeg Syawalan sepekan setelah Lebaran di Kecamatan Boja, ada sosok yang menjadi pusat perhatian. Yaitu wanita penunggang kuda yang memerankan sosok Nyai Pandansari atau dikenal sebagai Nyai Dapu.

Seperti yang terlihat dalam iring-iringan kirab budaya pada Minggu 6 April 2025 lalu di kawasan, masyarakat dibuat kepo dengan sosok Nyai Pandansari. Pasalnya, dia akan tampil memesona di atas kuda dengan kostum yang charming dan eye catching.

Baca juga: Lewat Pesantren Obah, Wagub Jateng Siapkan Beasiswa bagi Santri Belajar ke Luar Negeri

Pada Syawalan di Boja tahun ini, terpilih sebagai Nyai Pandansari adalah Devira, warga dari Desa Gentan Kidul Kecamatan Boja. Siswi kelas XII SMAN 1 Boja itu berhasil lolos dalam pemilihan Putri Nyai Pandansari yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Boja pada pertengahan bulan puasa lalu.

Penampilan  Devira tampak menawan, ketika menyapa masyarakat Boja dalam kirab budaya merti desa dan syawalan. Keluwesan dan gaya sangat mirip dengan tokoh peran yang dibawakannya. Sesekali Devira melambaikan tangan dan memberikan senyuman manis kepada warga.

Ditemui usai kirab, mengaku tidak menyangka bahwa dirinya lolos dalam seleksi pemilihan putri Nyai Pandansari.

Dirinya mengaku senang dan bahagia karena menjadi pemeran tokoh cikal bakal dari Desa Boja yang tak lain adalah Nyai Pandansari.

Baca juga: Jumlah Penonton Selama Libur Lebaran 2025 Naik Signifikan, Menteri Ekraf Apresiasi Industri Perfilman Nasional

Remaja cantik ini juga berterima kasih kepada orangtua yang sudah memberikan doa dan support untuk ikut serta dalam event tradisi budaya di Boja dan seluruh masyarakat yang sudah mengikuti kirab budaya hingga selesai.

“Saya tidak menyangka akan lolos dari seleksi pemilihan kemarin, rasanya deg – degan dan senang banget bisa menjadi pemeran tokoh Nyai Pandansari yang merupakan figur penyebar agama islam di Boja. Dan ini pertama kalinya saya disaksikan oleh seluruh masyarakat Boja,” jelasnya.

Devira menambahkan kriteria dalam pemilihan putri Nyai Pandansari yaitu dimulai dari sesi wawancara, kemudian sesi catwalk.

Untuk sesi wawancara meliputi data diri peserta, sejarah Desa Boja, dan seputar Nyai Pandansari atau Nyai Dapu. Sedangkan catwalk penilaian dari segi gaya keluwesan peserta dalam berjalan di panggung fashion show, dan busana atau kebaya jawa yang menyerupai dari tokoh Nyai Dapu.

Tak lupa di mengajak generasi Z yang berada di Boja khususnya untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang sudah turun temurun dilaksanakan, karena budaya di Desa Boja khususnya Nyai Dapu sangat penting dan sangat berharga bagi generasi penerus selanjutnya. (Aji)