LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, terus mendorong transformasi fungsi perpustakaan di era modern. Ia menargetkan Gedung Nuwo Baca tak lagi sekadar menjadi tempat untuk meminjam buku, melainkan berkembang menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus destinasi rekreasi edukasi bagi keluarga.
Visi tersebut disampaikannya di sela-sela kemeriahan Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 yang diselenggarakan di Gedung Nuwo Baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).
Menurut Wulan, festival tahunan ini adalah momentum emas untuk mendongkrak kembali budaya membaca di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah sekarang perpustakaan sudah buka sampai hari Sabtu. Banyak orang tua yang mulai mengajak anak-anak datang ke sini. Kami ingin menanamkan minat baca sejak usia dini agar lahir generasi Lampung yang lebih cerdas dan berdaya saing," ujarnya.
Untuk menarik minat masyarakat, Purnama Wulan Sari menjelaskan bahwa Festival Literasi yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 30 Juli 2026 ini dikemas secara apik dan inklusif.
Rangkaian kegiatannya tidak hanya berpusat pada literatur, tetapi juga mencakup bazar buku, pengukuhan Bunda Literasi Keuangan, pojok literasi keuangan, talkshow literasi digital, festival kuliner, hingga berbagai perlombaan kreatif untuk pelajar.
Salah satu agenda kebanggaan dalam festival ini adalah peluncuran buku "Kisah dari Tanah Lado". Buku tersebut memuat 15 cerita rakyat dari seluruh kabupaten/kota di Lampung, yang menjadi langkah nyata pelestarian identitas budaya daerah untuk diwariskan kepada generasi muda.
Kehadiran dan peran aktif Bunda Literasi dinilai sangat krusial oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang turut hadir membuka acara, menyoroti pentingnya peran Bunda Literasi dalam membentengi anak-anak dari persoalan sosial seperti perundungan, degradasi moral, hingga kecanduan gawai (screen time).
Wagub Jihan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan Bunda Literasi sangat dibutuhkan, mengingat tantangan literasi saat ini adalah derasnya arus informasi digital dan konten instan di media sosial.
"Membangun budaya membaca harus dibangun sejak di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat agar menjadi bagian dari gaya hidup anak-anak," pesan Wagub Jihan.
Langkah strategis Purnama Wulan Sari Mirza melalui Festival Literasi ini juga diharapkan mampu terus mengerek capaian literasi daerah. Saat ini, Tingkat Gemar Membaca (TGM) Provinsi Lampung terus menunjukkan tren positif, yakni meningkat menjadi 70,05 pada tahun 2025. Bersama dengan naiknya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), Bunda Literasi optimistis angka tersebut akan terus terdongkrak melampaui rata-rata nasional.
Dengan menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang ramah dan menarik bagi keluarga, Purnama berharap literasi di Lampung tidak sekadar menjadi program pemerintah, melainkan benar-benar tumbuh menjadi kesadaran dan kebutuhan masyarakat luas. (Rls)
