Mengedepankan Tuhan, ini Filosofi 3 Dimensi Etnaprana Dayak

Selasa, 23 September 2025 19:28
Proses penguapan dalam tradisi kesehatan dan kebugaran Batimuh Dayak. Foto: tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM - Tradisi kesehatan dan kebugaran masyarakat Dayak atau Etnaprana Dayak memiliki filosofi tiga dimensi yaitu vertikal horizontal dan sosial.

"Dimensi vertikal berhubungan langsung dengan Sang "Sang Ada" yaitu Tuhan. Sementara dimensi horizontal sebagai idealisme kehidupan dan dimensi sosial adalah pengejawantahan dan perwujudan dari dimensi vertikal dan dimensi horizontal," papar trainer spa wellness Yoyoh Rohmah Tambera dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) yang digelar pekan lalu.

Jadi, lanjutnya, agar " Sang Ada" transenden dapat diinderai perlu lah ada imanen (membumi) lewat aktivitas manusia yang didasarkan pada hukum ilahi terhadap manusia lainnya.

"Orang Dayak menyebutnya "Jubata" karena dari diriNya segala sesuatu menjadi ada," jelasnya.

Baca juga: Permenpora No.14/2024 Dicabut, KONI Pusat Apresiasi Keputusan Menpora Erick Thohir

Untuk mendekati-Nya dan bersama-Nya orang perlu aktivitas yang dapat dikatakan sebagai tatanan moral.

"Jadi kalau dilihat, budaya Dayak itu mengedepankan Tuhan," tandasnya.

Dari beberapa sumber yang dihimpun, filosofi budaya kesehatan Dayak sangat terkait dengan kepercayaan dan tradisi mereka.

Beberapa aspek penting dari kepercayaan orang Dayak yakni;

Baca juga: Disdikbud Lampung Gandeng Bimbel untuk Dongkrak APK Perguruan Tinggi

Pertama, masyarakat Dayak percaya bahwa sehat dan sakit terkait dengan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan lingkungan.

Mereka memiliki dua jenis sakit, yaitu sakit dalam (gangguan makhluk halus) dan sakit luar (luka fisik).

Kedua, Pengobatan Tradisional.

Mereka menggunakan ramuan herbal dan ritual untuk mengobati penyakit.

Ritual Balian, misalnya, digunakan untuk menyembuhkan penyakit dalam dengan meminta bantuan roh-roh alam.

Ketiga, keseimbangan alam.

Masyarakat Dayak percaya bahwa alam memiliki kekuatan spiritual yang harus dijaga dan dihormati.

Baca juga: Apresiasi Kritik Publik, Pemkot Tangsel Komitmen Transparansi Keuangan Daerah

Mereka melakukan ritual untuk menjaga keseimbangan alam dan memastikan kesejahteraan komunitas.

Keempat, spiritualitas.

Kepercayaan terhadap roh leluhur dan hubungan dengan dunia spiritual sangat penting dalam budaya Dayak.

Mereka percaya bahwa tindakan manusia di dunia akan berdampak pada kehidupan setelah mati.

Kelima, Filosofi Dayak menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Baca juga: Temui Petani Desa Sidomukti, Bupati Kendal Lakukan Pengecekan dan Serahkan Bantuan

Mereka percaya bahwa kehidupan adalah siklus yang terus berputar dan bahwa manusia harus hidup harmonis dengan alam.

Berita Terkini