HELOINDONESIA.COM -Peristiwa yang menjadi masalah terjadi pada tanggal 17. Heungkuk Life Pink Spiders bertanding kandang melawan JungKwan-jang Red Sparks di Incheon Samsan World Gymnasium.
Saat set kedua Heungkuk Life Pink Spiders tertinggal 17-19, Jungangjang meminta waktu istirahat. Namun, pelatih kepala Daniele mendekati bangku cadangan Jungangjang Red Sparks , Ia berdiri dengan tangan di belakang dan membungkuk, menjulurkan wajahnya ke arah pelatih kepala Red Sparks, Ko Hee-jin, sambil mengatakan sesuatu. Sikapnya tampak seperti mengejek.
Jangan lewatkan
Baca juga: Pemakaian Jangka Panjang Paracetamol Ada Sejumlah Risiko
Staf Pink Spiders dengan cepat berlari untuk menghentikan pelatih kepala Daniele. Pelatih Ko Hee-jin menunjukkan ekspresi heran dan memberi isyarat bahwa tindakan pelatih Daniele perlu diwaspadai.
Ko Hee Jin menunjukkan ketidaksenangannya. Sangat jarang terjadi seorang pelatih dari satu tim menyeberang ke wilayah tim lawan dan melakukan tindakan tidak menyenangkan kepada pelatih lawan saat pertandingan.
Pertandingan hari itu dimenangkan Red Sparks dengan skor 3-1. Heungkuk Life, yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan pembuka, mengalami kekalahan pertama musim ini setelah menghadapi perlawanan sengit dari Red Sparks.
Benang kusut bin ruwet
Baca juga: Dinamika Geopolitik Suriah yang Rumit, Ada Kepentingan Regional dan Global
Setelah pertandingan, pelatih Ko Hee-jin dalam wawancara resmi menyatakan bahwa ia "bingung" dengan tindakan pelatih kepala Daniele.
Namun buntut tindakan Daniele Tim Red Sparks mengirimkan surat resmi ke federasi bola voli, meminta tindakan yang sesuai atas tindakan menghina dari pelatih kepala Daniele.

Surat Red Sparks ditanggapi oleh komite disiplin dan seorang pejabat federasi mengatakan akan ada proses klarifikasi dari pelatih kepala Daniele. "Kita perlu mengetahui mengapa ia melakukan tindakan seperti itu dan apa yang ia katakan." jelasnya.
Menurut Media Naver, berdasarkan pasal 3 peraturan disiplin federasi bola voli tentang "Kriteria untuk pemberian sanksi dan denda, denda pelanggaran (pertandingan resmi)", dalam kategori
1) Perkataan kasar/tidak sopan kepada pemain, staf pelatih, penonton, wasit federasi atau petugas penyelenggara pertandingan", orang yang melakukan tindakan tersebut dapat dijatuhi hukuman larangan bertanding selama 3 pertandingan dan denda sebesar 1.000.000 hingga 3.000.000 won (Rp33 juta, kurs Rp11).
Komite disiplin diperkirakan akan memutuskan apakah akan memberikan sanksi dan seberapa berat sanksinya berdasarkan pasal ini.
Tim Pink Spiders setelah pertandingan tanggal 17 menyatakan, "Pelatih kepala Daniele melakukan tindakan yang salah karena terlalu bersemangat selama pertandingan."
Daniele mengatakan bahwa tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi dan merasa sangat menyesal. Pink Spiders pun telah memperingatkannya mengenai tindakannya selama pertandingan, dan akan segera menghubungi Red Sparks.
"Kami juga akan menghubungi tim JungKwan-jang dan pelatih Ko Hee-jin untuk menyampaikan permintaan maaf." imbuh manajemen Pink Spiders.
Sementara itu seorang pejabat Pink Spiders pada tanggal 19 dalam wawancara telepon dengan Xports News mengatakan, "Pelatih kepala Daniele memang bersalah. Kami terus memperingatkan dan menegurnya. Apa pun alasannya, kami meminta maaf. Kami telah menghubungi tim Jungangjang melalui kantor dan pelatih kepala Daniele telah menelepon pelatih Ko Hee-jin melalui penerjemah." pungkasnya.***
