KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Perjuangan tim putri All Stars Semarang pada MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars akhirnya terhenti sampai penyisihan grup.
Pada pertandingan terakhir Grup B, Semarang ditaklukkan Tim Yogyakarta 1-3 di lapangan Supersoccer Arena Kudus, Sabtu siang 25 Januari 2025.
Dalam event yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation, Semarang unggul lebih dulu lewat tendangan bebas Ammaori Kalani Putri pada menit ke-12.
Baca juga: MLSC All-Stars: Putri Semarang Makin Matang meski Tak Pernah Menang
Namun dibalas tiga oleh Yogyakarta. Hasil itu menempatkan Semarang sebagai i juru kunci, sedangkan Yogyakarta tetap gagal ke semifinal karena pada pertandingan lain Surabaya mengalahkan Jakarta 2-1.
Dari Grup B, Jakarta dan Surabaya sama-sama lolos ke semifinal. Pada empat besar, Jakarta menghadapi Solo, dan Surabaya melawan tuan rumah Kudus.
Meskipun pulang tanpa poin, setidaknya tim Semarang bisa mencetak satu gol. Statistik menunjukkan Semarang memasukan satu dan kemasukan enam gol. Namun demikian, penampilan terakhir dari tim asuhan Aji Irawan menunjukkan peningkatan dari setiap pertandingan.
Jadi Kiper
Di samping perjuangan para pemain yang hebat, Semarang juga memililiki kiper tangguh. Memang gawang mereka kebobolan 6 gol, namun keberadaan Bellvania Shaquile Velosa di bawah mistar lebih menguatkan pertahanan tim.
Baca juga: Kementerian ATR/BPN Respons Pengaduan Masyarakat dalam RDP dan RDPU Komisi II DPR RI
Beberapa kali pelajar kelas V SD Rejosari Semarang itu mampu menggagalkan peluang lawan. Di samping tangkapan yang lengket, tonjokannya untuk membelokan bola cukup kuat. Maklum, ternyata putri dari Arif dan Erika itu juga menyukai olahraga tinju.
‘’Saya juga ikut latihan tinju. Kalau ditanya suka yang mana, saya suka dua-duanya,’’ kata Velos, panggilan akrabnya, dalam konferensi pers di Media Center Supersoccer Arena Kudus.
Tentang bisa ikut sepak bola, pelajar kelahiran 15 Agustus 2013 itu menyebut dari sekolah. Ketika ditawari oleh guru sekolahnya, dia langsung menyatakan bersedia. ‘’Ya, saya langsung minta jadi kipper. Soalnya saya merasa punya tangan yang kuat,’’ ungkapnya.
Dia pun bergembira bisa menjadi pilihan pemandu bakat Semarang masuk tim All Stars meskipun sekolahnya tidak menjadi juara. ‘’Lebih senang lagi bisa bermain di kancah nasional di Kudus ini. Bisa bertemu sekaligus bertanding dengan teman-teman dari kota lain,’’ tegasnya.
Baca juga: Red Sparks Siapkan Mega Day: Spesial untuk Megawati dan Penggemar, Kejar Rekor Baru
Asisten pelatih Semarang Faizal SPd pun mengakui ketangguhan kipernya itu meskipun bukan yang terbaik. ‘’Untuk memilih 14 pemain, termasuk kipper, kami kesulitan. Sebab kemampuan mereka rata-rata seimbang. Jadi ada kipper lain Ayuningtyas dan Vina Fitra Kirana,’’ kata Faizal.
Velosa sendiri tak ingat berapa gol yang masuk ke gawangnya. Tapi baginya dia tak begitu ambil pusing soal kebobolan. ‘’Lupa. Tetapi kemasukan gol itu hal biasa dalam pertandingan,’’ katanya.
Dari pengalaman di Kudus itu, Velos ingin melanjutkan permainan sepak bolanya. Dia tidak berpikir akan menjadi pemain kelas apa, tetapi diakuinya cabang olahraga ini menyenangkan. (Aji)
