KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Tim sepak bola putri Semarang mendapatkan pelajaran berharga dalam ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini.
Dalam laga terakhir penyisihan Grup B melawan Yogyakarta di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (25/1), tim asuhan Aji Irawan ini kurang beruntung usai kalah dengan skor 1-3. Semarang sebenarnya unggul dulu melalui Ammaora Kalana Putri menit ke-13.
Namun di babak kedua, Yogyakarta membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol, masing-masing lewat Fiona Andara menit ke-20, Nadia Larasati menit (30) dan Ayla Dva Khala Ahisma (32).
Baca juga: Solo Lolos dari Lubang Jarum di MilkLife Soccer Challenge All-Stars
Dalam klasemen akhir Grup B, Semarang berada di posisi dasar dengan nilai 0 karena dalam tiga laga tak pernah menang. Sebelumnya kalah dari Jakarta 0-2, dan Surabaya 0-1. Sedangkan bagi Yogyakarta sendiri, kemenangan itu tak membantu untuk lolos meskipun meraih enam poin. Tim Yogya kalah dari juara grup Jakarta dan Surabaya yang lolos ke semi final dengan mengantongi nilai 6, namun unggul dalam selisih gol.
Pada klasemen akhir Grup B, Semarang berada di posisi dasar dengan nilai 0 karena dalam tiga laga tak pernah menang. Sebelumnya kalah dari Jakarta 0-2, dan Surabaya 0-1.
Asisten Pelatih Faizal menyebut, kendati kalah dari Yogyakarta, namun performa dalam tiga pertandingan di penyisihan menunjukkan grafik peningkatan.
‘’Meskipun hasilnya belum maksimal, kami melihat semangat anak-anak liar biasa. Performa mereka makin matang dari laga ke laga. Di laga pertama kalah 0-2, lalu 0-1 di pertandingan kedua, dan sempat unggul di laga ketiga meskipun akhirnya kalah. Mereka pantas dikasih reward. Yang pasti lewat turnamen ini, ajang All-Stars memberikan pengalaman berharga,’’ imbuhnya.
Baca juga: Red Sparks Siapkan Mega Day: Spesial untuk Megawati dan Penggemar, Kejar Rekor Baru
Faizal juga menyebut, MLSC sangat memberikan berdampak luar biasa bagi ekosistem pembinaan sepakbola putri di Semarang. Dia yakin, jika dukungan pembinaan melalui kompetisi ini terus berlanjut,akan banyak bibit pemain yang lahir di Semarang.
Di bagian lain, Pelatih Yogyakarta Geovani Akbar juga mengapresiasi penyelenggaraan MLSC yang telah memacu minat para siswa putri SD di daerahnya untuk bermain bola.
‘’Kami sebenarnya memiliki banyak peluang mencetak banyak gol. Tapi itulah sepak bola, banyak kemungkinan yang terjadi. Lepas hasil yang kami depat, kami mendapatkan banyak pengalaman di Kudus ini,’’ pungkasnya. (Aji)
