Oleh Hendrik Ibrahim*
BHAYANGKARA Presisi Lampung kembali menunjukkan "mental baja" saat menjamu lawannya pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda Bandarlampung, Jumat (28/11/2025). Bhayangkara hampir kalah, selamat oleh gol dramatis jelang injury time.
Laga yang berlangsung relatif alot dan diwarnai duel-duel keras berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini membuat Bhayangkara FC atau yang akrab dijuluki "The Guardian of Saburai" tetap berada diperingkat 7 dengan 19 poin.

Jalannya Pertandingan
Sejak kick-off, Bhayangkara FC tampil agresif dan terus menekan lawan. Namun , efisiensi serangan tamu justru menjadi pembeda. Setelah babak pertama berakhir imbang pada menit ke-83, tim tamu memecah kebuntuan.
Tekanan Persebaya membuat pertahanan Bhayangkara FC amburadul dan memicu kemelut di mulut gawang. Bola yang bergulir melewati kiper dan berada di garis coba disapu Putu Gede tapi malah membentur kiper dan jadi gol bunuh diri.
Tertinggal 0–1 membuat The Guardian of Saburai mencoba meningkatkan intensitas permainan disisa waktu demi mengejar ketinggalan. Beberapa peluang tercipta melalui sisi sayap, tetapi penyelesaian akhir yang kurang matang membuat skor tidak berubah.
Ketika waktu normal hampir berakhir dan harapan mulai menipis, Bhayangkara terus menekan dengan segala cara. Dukungan suporter semakin memompa semangat para pemain untuk mengejar gol penyeimbang.
Drama Injury Time
Puncak drama terjadi pada menit 90+8. Gol yang dinanti-nanti tiba. Berawal dari lemparan ke dalam dari sisi kanan pertahanan Persebaya bola lambung berhasil ditanduk Dendy Sulistyawan dan bola meluncur tanpa bisa dijangkau kiper Ernando Ari, membuat stadion meledak dalam sorak sorai.
Gol telat itu memastikan The Guardian of Saburai setidaknya memperoleh satu poin berharga di kandang sendiri. Skor 1-1 bertahan sampai peluit tanda laga berakhir dibunyikan.
Hasil imbang ini mungkin belum ideal, namun gol injury time membawa energi positif bagi The Guardian of Saburai. Mereka menunjukkan bahwa perjuangan hingga detik terakhir adalah bagian dari DNA tim. Dengan konsistensi dan evaluasi yang tepat, Bhayangkara berpeluang bangkit lebih kuat di laga berikutnya.
* Pengamat sepak bola.
