Helo Indonesia

KP Sahkan Kairul Anwar Maju sebagai Ketua Asprov PSSI Jateng, Pengusung pun Lega

Kamis, 11 Desember 2025 16:59
    Bagikan  
KP Sahkan Kairul Anwar Maju sebagai Ketua Asprov PSSI Jateng, Pengusung pun Lega

Calon Ketua PSSI Jateng Kairul Anwar bersama pengusungnya CEO BJL Suyatno (kiri)

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Komite Pemilihan (KP) Asprov PSSI Jateng dalam Kongres Biasa Pemilihan 2025 akhirnya menetapkan calon Ketua Asprov PSSI Jateng periode 2025-2029.

Hal ini setelah PSSI Pusat memastikan bahwa rangkap jabatan yang sempat dipersoalkan KP dan dikonsultasikan ke PSSI, tidak melanggar statuta PSSI 2025 dan Peraturan Organisasi 2025.

Baca juga: Karesidenan Pekalongan Siap Eksplorasi Budaya di Komukino Fest 2025

Dalam suratnya dengan nomor SKEP/04/KP-KBP/PSSI-JTG/XII-2025, KP menetapkan dua nama calon yang bakal maju di konstestasi Kongres Asprov PSSI jateng 2025 adalah Kairul Anwar SH MH dan AS Sukawijaya.

Surat keputusan ini sudah dibagikan ke member pada Rabu malam, 10 Desember 2025 melalui surat elektronik ke akun email member.

CEO BJL 2000 Semarang, Suyatno yang mengusung nama Kairul Anwar sebagai kandidat calon ketua Asprov PSSI Jateng mengaku lega.

Dua Calon

Menurutnya, dengan keputusan ini, kongres yang bakal berlangsung di Hotel Metro Park View Semarang, 20 Desember 2025 bakal berlangsung dengan dua calon.

''Jujur kami sempat khawatir Pak Kairul Anwar akan dieliminasi dari pencalonan seperti yang sudah-sudah,'' kata Suyatno sambil mengingatkan ke member bagaimana dulu Alwin Basri dicoret dari pencalonan sehingga Yoyok Sukawi bisa melenggang ke pencalonan sendirian.

Terlebih lanjutnya, dalam beberapa hari terakhir, kandidatnya terus diserang, mulai dari black campaign  hingga dituduh tidak etis karena rangkap jabatan.

Baca juga: Bangun Jateng ke Depan, Gubernur Luthfi Pertahankan Collaborative Government

Suyatno mengatakan, meskipun semuanya masih tergantung Kongres Pemilihan pada 20 Desember 2025, namun setidaknya kongres bakal berjalan sesuai statuta PSSI.

''Kami siap maju dan bertarung sesuai aturan. Kami mengajak kepada semua member untuk berpikir jernih, selama lima atau tujuh tahun terakhir ini bagaimana situasi persepakbolaan Jawa Tengah, sehingga bisa memilih secara jernih,'' katanya.

''Saya kira kita butuh perubahan secara positif. PSSI Jateng yang dulu menjadi salah satu kiblat sepakbola nasional, saat ini posisinya terpuruk, jadi butuh sosok untuk mengangkat kembali prestasi sepakbola Jawa Tengah,'' tegasnya. (Aji)