SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Teka-teki mengenai kepastian pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI Jawa Tengah akhirnya terjawab. PSSI Pusat memastikan bahwa hajatan besar sepak bola Jateng tersebut tetap digelar sesuai jadwal, yaitu pada 8 Oktober 2026 mendatang di Hotel Padma Semarang.
Kepastian ini disampaikan oleh Plt Ketua Asprov PSSI Jateng, Ahmad Riyadh UB, PhD, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Asprov PSSI Jateng, Kompleks Gelora Jatidiri Semarang, Rabu 30 September 2026.
''Kami sudah terima surat dari PSSI soal kelanjutan tahapan Kongres Luar Biasa Asprov PSSI Jateng yang dipastikan sesuai jadwal, yaitu tanggal 8 Oktober 2026,'' tegas Riyadh.
Surat resmi PSSI tersebut merujuk pada nomor 5769/PGD/593/IX-2026 tertanggal 29 September 2026. Dalam surat itu, federasi menegaskan bahwa KLB dengan agenda tunggal pemilihan Ketua tetap berjalan tanpa pergeseran waktu.
Keputusan ini sekaligus meredam polemik yang sempat muncul setelah beredarnya SK Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) PSSI Jateng Nomor SKEP/06/KP-KBP/PSSI-JTG/IX-2026 tertanggal 23 September 2026. Surat tersebut sebelumnya meminta KLB ditunda menyusul pengunduran diri delapan anggota KP dan KBP.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Riyadh memastikan bahwa gelombang mundurnya delapan personel itu sama sekali tidak mempengaruhi legalitas maupun jalannya kongres. Berdasarkan Statuta PSSI dan Kode Pemilihan, kekosongan posisi akibat pengunduran diri dapat langsung digantikan oleh anggota cadangan.
''Dalam Statuta dan Kode Pemilihan sudah diatur bahwa jika ada yang mundur, otomatis yang cadangan menggantikan. Aturannya, kuorum 50+1 (di atas 50%) sudah terpenuhi, artinya sisa 3 atau 4 personil yang bertahan pun sudah sah menjalankan kongres,'' jelas Riyadh.
Tak Berwenang
Dia juga menekankan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, KP maupun KBP tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan lanjut atau tidaknya sebuah kongres. Kewenangan mutlak tersebut berada di tangan PSSI Pusat.
''Kami mengimbau kepada sivitas sepak bola Jateng, jangan berpikir yang macam-macam. Mari berpikir untuk kepentingan sepak bola Jateng,'' imbuhnya.
Senada dengan Riyadh, mantan Sekretaris Asprov PSSI Jateng, Purwidyastanto, mengibaratkan tahapan kongres saat ini sudah berada di ambang garis akhir. Seluruh tahapan krusial, termasuk penetapan dua calon Ketua, yaitu Khairul Anwar (Nomor Urut 1) dan AS Sukawijaya/Yoyok Sukawi (Nomor Urut 2), telah rampung sebelum sempat dihentikan sementara (pause) oleh PSSI pada Desember 2025 lalu.
Menurut Antok, KLB Asprov PSSI Jateng akan diikuti 65 delegasi, yang terdiri atas klub perwakilan Liga 3 Jateng, klub perwakilan Liga 4,dan 35 perwakilan PSSI Kabupaten/kota.
''Tahapan kongres sudah dimulai sejak Oktober tahun lalu hingga 10 Desember 2025 saat PSSI meminta aktivitas dihentikan. Jadi saat ini, istilahnya tinggal kick-off atau tinggal coblosan saja,'' ujar pria yang akrab disapa Antok ini merinci ketentuan Pasal 3 dan Pasal 6 Kode Pemilihan terkait kuorum.
Pihak Asprov PSSI Jateng berharap seluruh pemangku kepentingan dan insan sepak bola di Jawa Tengah dapat menghormati proses yang telah berjalan serta mematuhi keputusan resmi dari federasi demi kemajuan sepak bola daerah. (Aji)