HELOINDONESIA.COM - Tab "Like" di X (sebelumnya Twitter) kini tidak dapat dilihat oleh orang lain mulai Rabu, 12 Juni 2024. Sebelumnya, tab ini bisa diakses publik, kecuali bagi pengguna X premium. Pemilik X, Elon Musk sebut ada alasan penting di dalamnya.
Pengguna masih bisa melihat jumlah konten yang mereka sukai dan jumlah likes pada setiap unggahan, namun orang lain tidak bisa melihat konten yang disukai oleh pengguna lain.
Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan privasi pengguna.
Apa alasannya?
Elon Musk menyebutnya sebagai perubahan penting, memungkinkan pengguna menyukai konten tanpa khawatir akan dihakimi.
Baca juga: iOS 18 Hadirkan Fitur Apple Intelligence, Simak Penjelasan dan Cara Unduh di Sini
“Kami menjadikan 'Like' bersifat pribadi bagi semua orang untuk melindungi privasi Anda dengan lebih baik. Menyukai lebih banyak postingan akan membuat feed Anda menjadi lebih baik,” tulis keterangan resmi.
Elon Musk Beri Tanggapan
Elon Musk, melalui twitnya mengatakan bahwa perubahan itu disebut sebagai perubahan penting.
“Perubahan penting: 'Like' Anda sekarang bersifat pribadi,” tulis Musk dikutip melalui Business Insider pada Rabu, 12 Juni 2024.
Baca juga: Berikut Kode redeem Mobile Legends (ML) Hari ini, Kamis 13 Juni 2024
Kontroversi Konten Pornografi di X
Sebelumnya, Musk juga mengizinkan pengguna untuk mengunggah konten pornografi di platform X.
Pemilik X, Elon Musk, telah merevisi aturan mengenai unggahan konten dewasa (NSFW) di platformnya.
Sebelumnya, X memiliki kebijakan tidak resmi yang mengizinkan pengguna mengunggah konten dewasa, meski aturannya tidak jelas dan masih abu-abu.
Kini, X secara resmi menambahkan klausul dalam aturannya yang memungkinkan pengguna untuk mem-posting konten dewasa dan grafis di platform, dengan syarat konten tersebut diberi label yang jelas.
Baca juga: iOS 18 Untuk iPhone Apa Saja? Yuk Simak Daftarnya
Aturan baru ini juga berlaku untuk video dan gambar yang dihasilkan oleh AI.
Perubahan ini tidak mengejutkan, karena X, di bawah kepemimpinan Elon Musk, telah bereksperimen dengan meng-hosting konten dewasa melalui komunitas NSFW.
"Kami percaya bahwa pengguna dapat membuat, mendistribusikan, dan mengonsumsi materi yang berkaitan dengan tema seksual selama materi tersebut diproduksi dan didistribusikan atas dasar suka sama suka. Ekspresi seksual, visual atau tertulis, dapat menjadi bentuk ekspresi artistik yang sah," demikian bunyi kebijakan "konten dewasa" di blog X.
"Kami percaya pada otonomi orang dewasa untuk terlibat dan membuat konten yang mencerminkan keyakinan, keinginan, dan pengalaman mereka sendiri, termasuk yang berkaitan dengan seksualitas. Kami menyeimbangkan kebebasan ini dengan membatasi paparan Konten Dewasa untuk anak-anak atau pengguna dewasa yang memilih untuk tidak melihatnya," tulis halaman tersebut.
Apakah ada kaitan antara perubahan kebijakan konten dewasa dan hilangnya tab ‘Like’ di platform X?
