LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Turut prihatin dan peka sosial, Alya Meisya Nazwa (16) dan Felda Triana Wati (16), murid Kelas XI Jurusan Fisika-Matematika SMA Negeri 2 Cilacap, Jawa Tengah, berinovasi ciptakan kotak makan pintar yang mampu mendeteksi makanan basi yang diberi nama "Ompreng".
Sedih, miris, prihatin; berangkat dari rasa keprihatinan keduanya terhadap maraknya kasus keracunan makanan termasuk terbaru insiden banyaknya kasus keracunan massal menimpa murid-murid sekolah, terutama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Alya dan Felda, murid SMA Negeri dirian 1984 berbasis di Jl Ketapang Nomor 75 Rejanegara, Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap itu, dilaporkan telah merancang Ompreng sejak beberapa bulan lalu, bahkan sebelum kasus keracunan MBG viral trending ramai diperbincangkan.
“Kami ciptakan alat ini karena prihatin banyak kasus keracunan. Ompreng bisa mendeteksi kebasian makanan, terutama makanan MBG yang dibagikan di sekolah,” ujar Alya Meisya kepada wartawan, Kamis (2/10/2025), disitat dari Lampung, Sabtu.
Merupakan inovasi rintisan berbasis teknologi Internet of Thing (IoT), Alya dan Freda merancang Ompreng atau Kotak Makan Pendeteksi Makanan Basi ini didesain menyerupai kotak makan berukuran besar dengan sensor khusus di bagian tutupnya.
Makanan sampel dimasukkan dalam kotak lalu ditutup, dalam 3–5 menit, sensor akan membaca kondisi makanan. Hasilnya lalu ditampilkan dalam bentuk indikator, yakni makanan hewani dianalisis menggunakan sensor MQ135, makanan nabati melalui sensor MQ3. Jika indikator melebihi ambang batas aman, alat segera beri peringatan.
Selain itu, hasil deteksi juga bisa dipantau melalui indikator digital yakni lewat aplikasi Android "Blynk IoT" yang terkoneksi WiFi.
“Jadi bisa dipantau langsung lewat ponsel,” info Alya, Ompreng telah melalui tahap uji lab, dan bawa prestasi membanggakan.
Karya ilmiah buah kepedulian sosial Alya dan Felda ini lantas dilombakan dan sukses meraih juara II ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025 taja Astra Honda Motor secara daring, 11–23 September 2025 lalu.
“Alhamdulillah dapat juara dua. Harapannya bisa dikembangkan lebih lanjut supaya bisa bermanfaat lebih luas untuk masyarakat,” tutur Alya bersyukur. Ke depan, ia dan Felda berencana menyempurnakan Ompreng agar mampu mendeteksi berbagai jenis bakteri berbahaya, termasuk E. coli dan Salmonella.
Masripah sang kepala sekolah SMAN 2 Cilacap, turut mengapresiasi inovasi kedua muridnyi. Masripah bilang, Ompreng lahir dari penelitian yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Sekarang masyarakat butuh jaminan makanan MBG aman. Dengan alat ini, keyakinan itu bisa lebih terjaga,” ujar ia, sekolahnyi telah mulai gunakan Ompreng untuk memeriksa makanan MBG sebelum dibagikan.
“Kalau hasil pengecekan menunjukkan tidak layak, pembagian makanan langsung dihentikan demi keamanan anak-anak,” tegasnyi.
Dilaporkan, dewan juri mengapresiasi inovasi duo brilian Alya-Felda, karena tidak hanya berorientasi pada teknologi tetapi juga lahir dari kepekaan sosial terhadap masalah yang dihadapi masyarakat. (Muzzamil)
