Helo Indonesia

Hapus Stereotip Gender, Ilkom USM Gelar Kampanye Next Gen Leader di Semarang

44 menit lalu
    Bagikan  
Hapus Stereotip Gender, Ilkom USM Gelar Kampanye Next Gen Leader di Semarang

Mahasiswa Ilkom USM saat kampanyeNext Gen Leader, bersama anggota Karang Taruna RW 03 Lamper Lor, Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM), menggelar kampanye bertema 'Next Gen Leader', bersama anggota Karang Taruna RW 03 Lamper Lor, Semarang, di Balai RW setempat, Jumat 22 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Komunikasi Gender, yang bertujuan membangun kesadaran generasi muda, akan pentingnya kesetaraan gender dalam kepemimpinan organisasi masyarakat.

Ketua pelaksana kegiatan, Latief Bryan mengatakan, kegiatan ini hadir untuk mengubah stigma yang masih berkembang di masyarakat, terkait pembagian peran gender dalam organisasi.

''Kami ingin mengajak generasi muda memahami, kepemimpinan bukan ditentukan gender, melainkan kemampuan, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,'' jelasnya.

Baca juga: 45 Solois dan 6 Vocal Group Guncang Panggung USM Vocal Competition 2026

Pada kesempatan itu, materi pertama disampaikan Mitha Lestari dengan tema 'Membangun Branding Diri Sebagai Pemimpin Muda'. Dalam pemaparannya, Mitha menjelaskan, stereotip seperti “ketua harus laki-laki” dan “sekretaris atau bendahara harus perempuan”, masih sering ditemui dalam organisasi masyarakat.

Dia menekankan, pentingnya membangun organisasi yang inklusif melalui peningkatan kesadaran, kepercayaan diri, transparansi jabatan, serta keberanian membangun citra diri sebagai pemimpin muda yang kompeten.

Sedangkan materi kedua disampaikan Rifan Adi, dengan tema 'Komunikasi Gender Dalam Kepemimpinan Anak Muda'. Dijelaskan dia, kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mengarahkan, memotivasi, dan memengaruhi orang lain, demi mencapai tujuan bersama.

Rifan juga mengajak semua peserta, untuk memiliki karakter seorang pemimpin. Seperti percaya diri, disiplin, bertanggungjawab, kreatif, peduli terhadap sesama, dan memiliki integritas tanpa memandang gender.

Baca juga: PMI Kota Semarang Gelar Peningkatan Kapasitas Relawan

Selain itu, peserta juga diajak memahami tantangan kepemimpinan generasi muda di era digital. Mulai dari pengaruh media sosial, kurangnya rasa percaya diri, mental instan, hingga menurunnya kemampuan komunikasi langsung.

Sementara itu, Ketua RW 03 Lamper Lor, Suyono menyatakan, kepemimpinan tak hanya dimiliki laki-laki. Menurutnya, perempuan juga memiliki kemampuan, keberanian, dan potensi yang sama untuk menjadi pemimpin di lingkungan masyarakat maupun organisasi.

''“Bukan hanya laki-laki yang bisa menjadi pemimpin. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memimpin, selama memiliki tanggung jawab serta kemauan untuk belajar,'' ungkap Suyono.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilkom USM bersama Karang Taruna RW 03 Lamper Lor berharap, generasi muda mampu membangun pola pikir yang lebih terbuka terhadap kesetaraan gender, serta menciptakan lingkungan organisasi yang inklusif, progresif, dan mendukung lahirnya pemimpin muda masa depan. (Aji)