LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Dalam sekejap, banjir bandang melibas destinasi wisata Bendungan Sumur Putri yang dibangun Pemkot Bandarlampung sejak tahun 2020 dan diresmikan Jumat (5/11/2021) porak-poranda pada Jumat (17/1/2025).
Kawasan ini, ada legendanya. Seorang putri raja yang bertapa dekat Kali Akar yang menghilang lalu muncul sumber yang "dikeramatkan". Ada beberapa hikmah dari legenda itu, antara lain tentang cinta lingkungan.
Kini, kawasan tersebut, muncul bendungan yang indah dengan lampu warna-warni, jembatan gantung, serta berbagai fasilitas lainnya buat memanjakan pengunjung mendadak porak-poranda menyisakan puing-puing di Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan.
Jembatan gantung berwarna merah yang jadi fokus kawasan wisata yang telah dilengkapi gazebo, toilet, wahana bermain anak, food court, pondokan, dan lainnya rungkat dan terbawa arus sungai yang luber ke kiri-kanannya.
Destinasi wisata tersebut rencana sebelum dibangun sebagai salah satu ikon wisata, tempat berkreasi seniman, dan kuliner khas Lampung. Namun, hingga kini, sepi di pojok kawasan yang masih asri.
Di usianya yang ke-4, Bendungan Sumur Putri semakin cantik dengan hiasan lampu warna-warni pada air terjunnya. Siang, kawasan wisata tersebut menjadi tempat santai dengan suasana yang teduh dan indahnya pemandangan.
Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung menggarapnya sejak awal tahun 2020 hingga akhirnya tampil secantik itu. Hujan deras Jumat sore (17/1/2025), sang putri harus istirahat kembali ke alamnya.
Alhamdullilah, mural yang saya lukis paling sudut dekat jembatan pada tahun 2020 dan berhasil jadi juara dua masih terlihat walau mulai samar seiring waktu jejak awal mempercantik sang putri. ((HBM)
-
