WONOSOBO, HELOINDONESIA.COM - Menyambut libur Idufitri 2025, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bekerja sama dengan Komunitas Balon Wonosobo akan menggelar perhelatan akbar yang memadukan tradisi dengan wisata dan ekonomi kreatif yakni pertunjukan Balon Udara Tradisional yang dikemas dalam Festival Mudik 2025.
Rangkaian acara akan dimulai dengan festival balon udara tradisional di 15 lokasi di 7 kecamatan pada pekan depan, tepatnya 1–5 April 2025, dan puncaknya akan digelar Festival Balon di Alun-Alun Wonosobo pada 6 April 2025.
Baca juga: Jelang Puncak Arus Mudik 2025, Wamen Diana Tinjau Kesiapan Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek
Menurut Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo Fatonah Ismangil, festival balon di musim Lebaran telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat setempat, di mana pembuatan balon udara tradisional telah menjadi budaya bagi sebagian anak-anak muda dan masyarakat di sejumlah desa.
''Ibarat bikin kue Lebaran yang harus ada setiap Hari Raya Idufitri, demikian pula balon udara. Pembuatan balon tradisional berdiameter rata-rata empat meter dengan ketinggian rata-rata tujuh meteran dilakukan secara gotong royong dalam kurun waktu 2 minggu sampai 2 bulan sebelum hari raya,'' kata Fatonah dalam rilisnya Rabu 26 Maret 2025.
Menurut Fatonah, balon yang dibuat pun memiliki motif khas yang beragam dan makin ke sini kian kreatif yang benar-benar dibuat dengan tangan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas balon dari masing-masing desa.
Baca juga: Bali Menjadi Berlian dalam Bisnis Spa Tradisional Nusantara di Polandia dan Jerman
Berbeda dengan balon modern, lanjut Fatonah, balon ini menggunakan bahan alami seperti kertas minyak (dlancang, kertas pilus, kertas wajik), lem, benang, dan dan bambu, serta dipanaskan secara tradisional dengan arang menggunakan batok kelapa dan kaleng bekas biskuit.
''Yang istimewa, seluruh proses menerbangkannya mengikuti protokol keselamatan penerbangan bekerja sama dengan AirNav Indonesia, Otoritas Bandara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk sistem tethered balloon (ditambatkan tali) untuk menghindari gangguan penerbangan,'' bebernya.
800 Balon
Festival Mudik 2025 di Wonosobo akan berlangsung dari 1 hingga 6 April 2025, menampilkan serangkaian acara di berbagai lokasi dengan puncak perayaan pada 6 April 2025 di AlunAlun Wonosobo. Ada kurang lebih 800 balon yang akan menghiasi langit Wonosobo selama enam hari.
Berikut adalah jadwal dan lokasi acara selama festival:

Yang membuat Festival Mudik 2025 semakin istimewa, tahun ini akan hadir peserta balon asal Brazil dan Kolombia yang akan menampilkan karya balon udara mereka dalam acara Puncak Festival Mudik 2025 dan di beberapa lokasi yang dipilih.
''Ini menjadi kesempatan langka bagi masyarakat untuk menyaksikan keindahan balon dari berbagai belahan dunia, berpadu dengan tradisi lokal yang telah diwariskan turun-temurun,'' tambahnya.
Selain pertunjukan balon udara, dalam Festival Mudik 2025 uga digelar bazar kuliner tradisional yang selalu dirindukan masyarakat khususnya yang selama ini hidup di perantauan dan berkesempatan mudik ke Wonosobo.
Ditambahkan Fatonah, diharapkan melalui event Festival mudik ini, ada peningkatan kunjungan wisata ke Wonosobo tidak hanya ke lokasi event namun juga ke berbagai destinasi wisata yang ada di wilayah kabupaten ini.
''Karena event Festival mudik dilaksanakan pagi hari yakni pukul 06.00-09.00 WIB praktis pengunjung dari luar kota akan berburu penginapan dan kuliner di Wonosobo. Hal ini tentu sangat berdampak lama tinggal wisatawan di Wonosobo serta pada perputaran ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat,'' terangnya.
Baca juga: UBL Sukses Gelar Festival Raya 2025, Generasi Muda Diajak Lestarikan Budaya Lampung
Terkait antisipasi lonjakan pengunjung? Menurut dia, berkaca pada event-event Festival Mudik sebelumnya yang selalu dibanjiri ribuan bahkan puluhan ribu pengunjung, Disparbud dan stakeholder terkait telah memastikan kesiapan aksesibitas dan amenitas pendukung seperti akomodasi, kesediaan area parkir untuk menampung ribuan pengunjung, termasuk para perantau yang mudik dan memastikan kelancaran arus lalu lintas di tiap-tiap lokasi.
Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan dinas dan instansi terkait seperti Polres Wonosobo, Kodim 0707, Disperkimhub, Satpol PP, BPBD, jajaran Forkopimca Wonosobo, Selomerto, Mojotengah, Watumalang, Kertek, Kalikajar dan Sapuran, serta panitia lokal.
''Seka lagi, Festival Mudik 2025 bukan sekedar tontonan, tapi bukti hidupnya tradisi yang beradaptasi dengan zaman. Dari balon udara hingga kolaborasi global, Wonosobo mengajak semua orang merayakan kebersamaan dalam ragam budaya namun tetap menjaga tradisi serta kearifan lokal,'' pungkasnya. (Aji)
