WONOSOBO, HELOINDONESIA.COM - Kabupaten Wonosobo termasyhur dengan wisata alam Dataran Tinggi Dieng yang eksotik. Wisatawan tertarik berkunjung karena hawanya yang sejuk dan keindahan panorama pegunungan serta seabrek festival seni budaya nan memesona.
Namun belakangan hadir satu wisata buatan yang tak kalah menarik untuk didatangi. Spot bernama Tugu Biawak kini menjadi ikon baru yang menjadi andalan Wonosobo. Destinasi wisata ini berlokasi di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prancis ke Borobudur Angkat Nilai Pariwisata Jateng
Kawasan Krasak memang dikenal sebagai habitat biawak. Warga setempat sudah lama menjuluki jembatan di area tugu itu sebagai “Jembatan Biawak” karena sering melihat reptil tersebut berjemur di sekitar sungai.
Bulan April lalu, Tugu Biawak sukses mencuri perhatian publik dan viral di media sosial. Tak seperti tugu hewan lainnya, patung biawak yang menghias pada tugu tersebut didesain sangat realistis sehingga menyerupai bentuk dan warna aslinya.
Dari berbagai sumber disebutkan, Tugu Biawak atau Menyawak tersebut dibangun atas inisiasi pemuda Karang Taruna di Desa Krasak. Spot ini karya sosok seniman lokal bernama Rejo Arianto yang dibantu tim. Biaya pembangunannya pun terbilang minim yaitu Rp 50 juta, tapi hasilnya membuat decak kagum siapa pun yang memandangnya.

Wisatawan yang datang mengagumi karya patung biawak setinggi tujuh meter ini lantaran dibuat begitu nyata seperti hidup.
Keberadaan patung ternyata membawa berkah bagi warga di Desa Krasak, Selomerto. Antusiasme pengunjung karena penasaran melihat langsung, ikut menggerakkan nilai ekonomi bagi penduduk desa. Para pedagang pun meningkat omzetnya, dan rela begadang sampai malam karena banyakya pengunjung.
Didaftarkan Hak Cipta
Viralnya patung ini pun memantik perhatian Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah memfasilitasi pendaftaran hak cipta atau kekayaan intelektual patung tersebut.
Pada bulan April 2025 lalu, Kakanwil Heni Susila Wardoyo menyerahkan sertifikat hak cipta seni patung viral tersebut secara langsung kepada Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang didampingi oleh Rejo Arianto, seniman pembuat patung biawak.
Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo Fatonah Ismangil berbagai upaya dilakukan Pemkab Wonosobo untuk lebih memberikan nilai tambah bagi spot baru. Salah satunya adalah perhelatan kesenian Lengger di lokasi Tugu Biawak.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, bersama konten kreator Nabil Muhdor. Pementasan itu sebagai bentuk apresiasi terhadap seni lokal dan untuk meningkatkan daya tarik wisata Wonosobo, dengan melibatkan pelaku seni dan konten kreator yang tengah naik daun.
Nuansa kemeriahan terasa dengan penampilan tarian tradisional Lengger dari Paguyuban Kesenian Tari Tunas Budaya sebagai penyambutan. Selain itu, 10 seniman lokal turut serta dalam kegiatan melukis Tugu Biawak secara langsung, menarik perhatian para pengunjung.
‘’Kami berharap kehadiran Tugu Biawak tak hanya menjadi daya pikat bagi wisatawan untuk datang ke Wonosobo, tapi mampu mampu menggerakan perekonomian bagi masyarakat desa setempat,’’ katanya.
(Aji)
