LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Rapat Koordinasi KONI Lampung, Dispora Lampung, KONI Bandarlampung selaku tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 2026, Sabtu (9/5/2026), memutuskan 29 cabang olahraga (cabor) kualifikasi PON dan tiga cabor pilihan tuan rumah berdasarkan penetapan KONI Lampung dan KONI kabupaten/kota, sebagai cabor diperlaga pesta olahraga terbesar di Bumi Ruwa Jurai ini, Oktober mendatang.
Ke-29 cabor kualifikasi PON tersebut yaitu akuatik, angkat berat, angkat besi, atletik, badminton, biliar, bola basket, bola tangan, bola voli, catur, dance sport, e-sport, futsal dan sepak bola, gulat, hapkido, judo, karate, kempo, kickboxing, menembak, panjat tebing, panahan, pencak silat, senam, taekwondo, tarung derajat, tenis lapangan, tenis meja, dan wushu.
Dan cabor tambahan pilihan tuan rumah yakni muaythai, sepak takraw, dan tinju.
Taklimat media Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat menyebut, penetapan total 32 cabor diperlaga berlandas pada cabor diperlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON), serta kesiapan kepengurusan cabor di daerah.
“Yang kita tetapkan, cabang olahraga yang dipertandingkan di PON. Hasilnya nanti untuk perkuat kontingen Lampung menuju PON. Kemudian kita juga berikan peluang pilihan cabang olahraga andalan tuan rumah,” sebut Taufik.
Mantan birokrat Pemprov Lampung ini mengafirmasi, total cabor diperlaga telah melalui proses ketat verifikasi serta minimal memiliki delapan wilayah kepengurusan aktif. "Cabang olahraga dipertandingkan telah diverifikasi dan minimal memiliki kepengurusan aktif di delapan kabupaten/kota. Kalau ada kepengurusan tetapi tidak aktif atau sudah habis masa berlakunya, itu tidak kita akomodir,” lugas dia.
Adapun, utusan tuan rumah, Sekretaris Umum KONI Kota Bandarlampung, Rahmudin mewakili ketuanya yang juga Wali Kota Eva Dwiana, membeberkan kesiapan pihaknya terus dimatangkan. Rahmudin menyebut, kesepakatan terkait total 32 cabor diperlaga itu merupakan hasil rapat koordinasi pihaknya dengan KONI Lampung 2 April lalu.
"Kota Bandarlampung memiliki sarana olahraga yang cukup memadai baik milik Pemprov, Pemkot, maupun swasta. Kami tinggal menunggu SK kepanitiaan bersama dari provinsi. Setelah itu pembagian tugas akan berjalan,” tandasnya.
Pengingat sebelumnya, disarikan dari hasil rakor KONI Lampung dan KONI Bandarlampung di GOR Siger, Wayhalim, Bandarlampung pada 21 April lalu, jumlah 32 cabor diperlaga disebut mencerminkan skala besar pelaksanaan Porprov 2026 sekaligus kesiapan tuan rumah menaja even olahraga tingkat provinsi.
Rakor ini mematangkan rencana Rakersus kepanitiaan untuk bahas detail teknis pelaksanaan, rencana peluncuran logo resmi Porprov Lampung 2026, modernisasi pelaksanaan dengan digitalisasi pendaftaran atlet dan kontingen satu pintu berbasis situs resmi KONI Lampung demi efisiensi, transparansi dan akurasi data peserta. Plus pembentukan tim media dan publikasi khusus guna hadirkan semarak dan euforia Porprov hingga sepenjuru Lampung.
Ketua Umum KONI Bandarlampung, Eva Dwiana, saat itu tegaskan komitmen penuh sukseskan helat. “Porprov 2026 harus jadi momentum kebangkitan olahraga Lampung. Kita tidak hanya ingin sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Sinergi dengan KONI Provinsi menjadi kunci utama," asa dan tekad ia.
Pada bagian lain, terkait penetapan Porprov Lampung 2026 perlu sesegeranya ditindaklanjuti SK Gubernur Lampung, Sekretaris Dispora Lampung, Budhi Marta Utama bilang, SK itu diperlukan agar kabupaten/kota bisa segera siapkan administrasi, penganggaran, hingga komposisi atlet.
Menggarisbawahi pula Porprov Lampung 2026 ini menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga prestasi menuju tingkat regional Sumatra hingga nasional, Budi berharap kontingen kabupaten/kota hadirkan atlet-atlet terbaik yang memiliki potensi berkiprah di nasional.
"Porprov 2026 ini jadi bagian dari seleksi menuju tahapan berikutnya,” tutur Budi, memastikan pula pola pembiayaan kegiatan Porprov nanti menggunakan asas kebersamaan: biaya keberangkatan, akomodasi, dan kepulangan atlet akan ditanggung bersama masing-masing daerah peserta.
Sementara terpisah, Ketua KONI Lampung Selatan, Zulhaidir, Minggu (10/5/2026) malam, saat ditanya kesiapan all out bakal kontingen Bumi Ragom Mufakat menyongsong Porprov nanti, mengatakan pihaknya akan berupaya maksi. "Alhamdulilah sehat bang, Lamsel pada prinsipnya bakal maksimal, mungkin dalam waktu dekat akan diadakan rapat bersama cabor," ujar singkat dia afirmatif.
Lalu, dari unsur cabor, Ketua Pengprov Persatuan Basket Indonesia (Perbasi) Lampung, Fachrurozie Sanjaya, dikonfirmasi terkait akankah total atlet cabor ini bakal datang dari 15 kabupaten/kota mengungkapkan, tergantung dari dua kategori pertandingan: 5 vs 5 dan 3X3, nantinya.
"Basket ada dua kategori, 5 vs 5 dengan 3X3. Kalau 5 vs 5 paling tujuh kabupaten/kota. Kalau kategori 3x3 mungkin bisa 13 kabupaten/kota, kemungkinan minus Mesuji dan Pesisir Barat," ungkap Ozie sapaan akrabnya, menyahut kategori 5 vs 5 lebih sedikit, karena potensinya jomplang.
"Terkuat Bandarlampung, turun ke enam kabupaten. (Porprov) empat tahun lalu, Bandarlampung juara 1 putra dan putri di kategori 5 vs 5 aja. Lantas untuk kategori 3x3 juara 1 putranya Lampung Tengah, putrinya Tanggamus," imbuh dia. (Muzzamil)
