Helo Indonesia

GADIS: Inovasi yang Mengubah Lanskap Ekonomi Penyandang Disabilitas di Jawa Timur

Satwiko Rumekso - Ekonomi -> Bisnis
Rabu, 16 Oktober 2024 18:47
    Bagikan  
GADIS
LiputanHI

GADIS - Galeri Disabilitas Kinasih

HELOINDONESIA.COM -Dalam sebuah wawancara mendalam dengan Edy Cahyono, founder Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT DINSOS JATIM (GADIS), saya menemukan perspektif yang segar dan inspiratif tentang pemberdayaan penyandang disabilitas di Jawa Timur.

GADIS, yang telah memberdayakan 100 penyandang disabilitas dan menghasilkan omset puluhan juta per bulan, bukan sekadar usaha. Akan tetapi, GADIS adalah inovasi yang berpotensi mengubah lanskap ekonomi lokal.

Melalui pembicaraan ini, Edy mengungkapkan pentingnya dukungan kebijakan yang inovatif untuk memperluas jangkauan dan dampak program GADIS.

Baca juga: Wamendag Jerry Sambuaga Bahas Ekonomi Menuju Indonesia Emas Bersama HIPAKAD Jatim

Menghadapi Tantangan Kebijakan

Ketika ditanya tentang tantangan yang dihadapi GADIS, Edy dengan jujur menyatakan, “Meskipun kami sudah mendapatkan banyak dukungan, tantangan terbesar kami adalah kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung usaha penyandang disabilitas. Kita membutuhkan insentif fiskal yang lebih konkret untuk mendorong lebih banyak pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, dan perusahaan untuk berkolaborasi," jelas Edy pada 10 oktober 2024 di galeri disabilitas kinasih dan UPT Dinas Sosial Jawa TimurJl. Jemur Handayani Surabaya.

Baca juga: Antara Janji Kosong dan Kotak Kosong, Saatnya Penyandang Disabilitas Menggugat

Jaringan Kolaboratif yang Kuat

Edy juga menyoroti perlunya membangun jaringan kolaborasi yang lebih kuat. “Kita perlu menciptakan ekosistem di mana penyandang disabilitas, pelaku usaha, dan pemerintah bisa saling terhubung dan berbagi pengalaman,” ujarnya.

Dengan adanya jaringan ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih baik, yang dapat menguntungkan semua pihak. “Melalui kolaborasi ini, kita bisa menemukan solusi kreatif untuk tantangan yang ada,” terang Edy menegaskan.

Dia percaya, jika semua pihak bersatu, mereka apat menciptakan peluang yang lebih besar untuk penyandang disabilitas.

Kampanye Edukasi yang Menginspirasi

Ketika membahas stigma yang masih ada di masyarakat, Edy menunjukkan optimismenya. Menurutnya dengan edukasi yang menginspirasi bisa membantu mengubah persepsi masyarakat terhadap produk disabilitas, pihaknya Ingin menunjukkan bahwa kualitas produk yang dihasilkan oleh penyandang disabilitas tidak kalah dengan yang lainnya.

Dia mengusulkan agar pemerintah mendukung pameran produk GADIS di berbagai lokasi di jawa timur untuk menarik perhatian lebih banyak konsumen. “Dengan memberikan platform bagi produk kami, masyarakat bisa melihat langsung hasil karya penyandang disabilitas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edy menyampaikan jika kolaborasi antara GADIS dengan Pemerintah (business to government) sangat memungkinkan untuk diwujudkan. Ia mencontohkan bahwa Pihaknya saat ini sedang bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Timur membuat galeri disabilitas kinasih dan upt dinas sosial (GADISKU) yang terletak di Jl. Jemur Handayani Surabaya.

Edy juga mengungkapkan bahwa kerjasama lainnya juga dapat dilihat dengan adanya GADIS di Liponsos kota Surabaya, dan GADIS di kota/kabupaten Blitar.

Dukungan Pendanaan yang Berkelanjutan

Dalam hal pendanaan, Edy mengakui bahwa akses ke modal tetap menjadi tantangan. “Kami berharap pemerintah bisa menginisiasi program pendanaan yang lebih fleksibel, seperti skema hibah atau pinjaman dengan bunga rendah untuk usaha penyandang disabilitas,” ungkapnya. “Ini akan membantu kami mempercepat pertumbuhan usaha dan memberikan dampak yang lebih besar.”

Dari wawancara ini, jelas bahwa GADIS bukan hanya sebuah usaha; ia adalah gerakan yang menuntut perubahan kebijakan yang lebih inklusif. Edy menutup diskusi dengan pesan yang kuat: “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberdayakan penyandang disabilitas.

Jika GADIS bisa melakukannya di satu daerah, mengapa tidak di seluruh Jawa Timur?”

Dengan dukungan kebijakan yang inovatif dan kolaboratif, GADIS bisa menjadi model yang menginspirasi bagi banyak daerah lain. Mari kita bersama-sama mengusung semangat inklusi dan memberdayakan penyandang disabilitas, karena potensi mereka sangat berharga untuk masa depan yang lebih baik.***(Majid)