LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Paris van Java jadi tuan rumah Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkonas) ke-34 Tahun 2025 Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Grand Ballroom éL Royale Hotel, Jl. Merdeka Nomor 2, Kota Bandung, Jawa Barat, 4-6 Agustus 2025.
Tahun lalu, Jawa Timur jadi tuan rumah Rakerkonas ke-33 bertema "Sinergi Pengusaha dan Pemerintah: Memastikan Kualitas Regulasi dan Peran Birokrasi Dalam Memperlancar Kegiatan Usaha" di Novotel Samator, Surabaya, 28-30 Agustus 2024.
Baca juga: Rakerkonas APINDO 2025, Lampung Ikut Semangat Menuju Indonesia Emas 2045
Kesimpulan pembahasannya, regulasi yang dirancang dengan baik, tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha, tetapi juga melindungi kepentingan masyarakat luas.
Karena itu, penting bagi pengusaha untuk memastikan regulasi yang ada sejalan dengan kebutuhan pengembangan dunia usaha. "Salam Sinergi!" injeksi Imelda melalui keterangan video yang viral sepekan jelang taja Rakerkonas dibuka.
Usai sukses Jawa Timur jadi sebaik-baiknya tuan rumah, meninggalkan kenangan manis, pada 2025 ini giliran DPP APINDO Jawa Barat selaku tuan rumah, berguyub ria, top sinergi bergotong royong berikhtiar bertekad senada.
Dalam pertemuan tahunan strategis DPN APINDO, anggota luar biasa, dan 36 DPP APINDO se-Indonesia ini, yang usung tema raya 'Dengan Semangat Indonesia Corporated Menuju Indonesia Emas 2045'.
Semua langkah APINDO hingga Rakerkonas ke-34, APINDO sebagai asosiasi profesi sektor perekonomian nasional terbesar Indonesia dirian 31 Januari 1952 silam dan sebagai organisasi berbasis keanggotaan stelsel aktif, bersisian erat pula dengan proses 80 warsa perjalanan bangsa.
Tujuh tahun lebih muda —Republik Indonesia lahir 1945, APINDO hadir 1952; pemilik nama mula Badan Permusyawaratan Urusan Sosial Ekonomi Pengusaha Indonesia (PUSPI) ini pun terus memperluas kontribusi di hampir semua program - isu stratejik terkait kegiatan usaha.
Seiring dinamisasi progresif tumbuh kembang zaman, sejalan dinamisasi revolusioner gertak hardik galak dan lantak, tumbuh kembang jua kebutuhan subyektif dan tuntutan obyektif demi untuk agar supaya APINDO tak cuma melulu an sich melinifokuskan diri pada program - isu stratejik terkait hubungan industrial dan ketenagakerjaan semata-mata.
Paradigma Baru APINDO
Pengingat, sepanjang perjalanannya hingga 73 tahun, menjadikannya sebagai organisasi pengusaha tertua di Indonesia kini, organisasi representasi dunia usaha ini telah menoreh sejumlah capaian, bentuk kontribusi bakti APINDO kepada bangsa Indonesia dan upaya menyuarakan aspirasi dunia usaha.
Dalam pada itu, belakangan diketahui ikut turut menggumpal mengkristal membentuk pematangan karakteristik dan transformasi revolusioner organisasi ini, saat babak baru "APINDO Baru", paradigma baru APINDO nan —sekali lagi— tak cuma melinifokus isu relasi industrial ketenagakerjaan semata.
Namun lebih luas lebih gigantika, cakupannya pada isu investasi dan advokasi kebijakan perekonomian lintas sektor lintas bidang di Indonesia yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kinerja perusahaan anggotanya. Satu paradigma yang mulai mengedepan, awal 2011, ikonik di era kepemimpinan Sofjan Wanandi, ketum kelima.
Tepatnya di tahun ketujuh, di periode kedua saat bos Gemala Group (kini Santini Group) membawahi di antaranya jenama Yuasa dan Asuransi Wahana Tata ini nahkodai APINDO dua periode 2003-2013 terhenti keputusan dia mengundurkan diri 1 November 2014 usai didapuk jadi Koordinator Staf Ahli Wapres Jusuf Kalla, lalu dia geser posisi di Dewan Pertimbangan DPN APINDO hingga kini.
Sekadar informasi, Sofjan aktivis Angkatan 1966 almamater jaket kuning UI, Ketum Perhimpunan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (PMKRI) era Gestapu, pernah lima hari dipenjarakan rezim Soekarno saat dia salah satu Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia Jakarta Raya (KAMI Jaya).
Lantaran bak identik satu sama lain, Sofjan si adik Jusuf Wanandi pendiri CSIS ini secara berseloroh diibaratkan bak "kakak beradik" pula dengan APINDO. Usia mereka terpaut 11 tahun. Sofjan, lahir 1941.
Sofjan mundur, jabatan lowong Ketum lantas sementara diisi bos Sahid Grup, Hariyadi BS Sukamdani hingga definitif hingga berakhir periode kedua kepemimpinannya, 2023 lalu.
Hariyadi menjadi ikon APINDO mewujudkan peran menciptakan iklim investasi kompetitif dan menarik investor demi meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Dan APINDO jalin sinergi kolaborasi dengan pemerintah dalam perekonomian nasional, serta mengusulkan rekomendasi dan masukan bagi pemerintah untuk pemulihan ekonomi tiga tahap: masa pandemi, transisi pasca, dan pascapandemi.
Usai Rakerkonas ke-32 dirangkai Munassus Perubahan Penetapan AD/ART APINDO, dan Resepsi HUT ke-70 APINDO di JS Luwansa Jakarta, 29-30 Agustus 2022, diisi peluncuran Buku 70 Tahun APINDO Bakti Untuk Negeri, merangkum perjalanan APINDO per didirikan, mengajak pembaca lebih akrab mengenal dan lebih dalam mengingat kiprah pendiri dan tokoh APINDO yang membawa APINDO jadi organisasi paten representasi dunia usaha.
"APINDO berharap, semangat pendiri dan tokoh APINDO dalam merepresentasikan dan memperjuangkan aspirasi dunia usaha dengan jalinan sinergitas tripartit bersama pemerintah dan serikat buruh/pekerja, terus dilanjutkan," petikan siaran pers 2022 itu.
Paradigma APINDO Baru, lalu menjadi dogma baru revitalisasi organisasi. Struktur baru pun bermunculan. Sesuatu yang belum terbayang oleh para pendiri, para tokoh, para pengurus, para Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa, pun unsur mitra bipartit dan tripartitnya di era oil booming dekade 70-an lampau misalnya.
Mumpuni kenyang asam garam, bukan satu wadah berusia sepernanakan nasi, seperti tertelusuri, segenap sumberdaya APINDO pun bergempita bertransformasi diri.
Sekadar potret, selaku organisasi perwakilan dunia usaha, selain memiliki keterwakilan aktif di lembaga ketenagakerjaan tripartit: Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) RI, Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit RI, serta Dewan Pengupahan Provinsi dan Kabupaten/Kota.
APINDO juga aktif di Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Dewan Pengawas (Dewas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (perwakilan unsur Pemberi Kerja), dan lainnya.
Selain di internal, APINDO meluncurkan tiga unit bisnis. Pertama, sadar betul pentingnya kolaborasi dan kemitraan bagi keberhasilan bisnis global, APINDO meluncurkan Pusat Kemitraan Strategis Internasional Indonesia (International Strategic Partnership Center) atau ISPC Indonesia guna percepat kerja sama bisnis strategis antara perusahaan asing dan Indonesia.
Didukung industrialis, badan usaha Indonesia, anggota stelsel aktif APINDO di 36 provinsi dan 269 kabupaten/kota yang aktif ciptakan investasi dan peluang perdagangan baru untuk pasar berkelanjutan. Strateginya, menjembatani bisnis asing dan lokal dengan berinvestasi di Indonesia dan/atau ciptakan pasar global produk/jasa Indonesia, ciptakan lebih banyak wirausahawan global Indonesia.
Bertujuan memfasilitasi, dorong, dukung kerja sama bisnis perusahaan asing dan Indonesia untuk pengembangan bisnis strategis dan percepat proses perdagangan dan investasi dengan bekerja intensif dengan perusahaan swasta, badan pemerintah, akademisi, dan lainnya demi mencapai Misi ke-3 APINDO: berperan aktif dalam mempertahankan dan meningkatkan investasi.
Dari itu ISPC Indonesia hunus visi menjadi kontributor signifikan investasi asing dan perdagangan internasional Indonesia untuk keunggulan kompetitif global berkelanjutan.
Dari itu pula ISPC Indonesia hunus misi untuk meningkatkan tingkat Penanaman Modal Asing (Foreign Direct Investment/FDI) dan perdagangan internasional melalui kemitraan strategis.
Di samping mitra domestik: Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi cum Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Serta, Adhyata Sejahtera Indonesia dan KADIN Indonesia Business Service Desk (BSD).
Mitra manca ISPC Indonesia: American Chamber of Commerce in Indonesia (AMCHAM Indonesia), ANC, BCG (Boston Consulting Group), Bridging Group (Korsel), Gyeongsangbuk-do (Pemprov Gyeongsang Utara Korsel), HSBC, International Center for Environmental Technology Transfer (ICETT, Jepang), IKEA, Japan Management Association (JMA), Jumore, Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), KISA, KOSME, McKinsey & Company, Overseas Business Assistance Centre (OBAC), Polish Investment and Trade Agency (PFR Group), SBA, srtepc, Swedish Energy Agency, The Pacific Alliance, The Swedish Trade and Invest Council (Business Sweden) dan lainnya.
Kedua, APINDO juga meluncurkan APINDO Training Center (ATC) yang lahir dari spirit dan idealisme pentingnya percepatan pengembangan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) RI. Dihadirkan, guna mengampu visi menjadi pusat unggulan pengembangan SDM di Indonesia untuk ciptakan SDM inovatif, produktif, kompetitif.
Ogah sembrono, pengembangan kompetensi pelaku hubungan industrial terpadu ATC dirancang akurat, cerdas, unggul, berbasis riset terapan di dunia kerja. Untuk bangun hubungan industrial harmonis dan iklim investasi nasional berkelanjutan dan kondusif.
Portofolio ini didaku (diklaim) terbujur di empat aktivitas programnya. Yakni, Latihan Reguler, terdiri Program Sertifikasi Hubungan Industrial (IRCP) dan Bicaralah - Forum ATC; In House Training meliputi Pelatihan Hubungan Kerja dan Sistem Pengupahan, Program Pengembangan Spesialis Hubungan Industrial (IRSCP), Pelatihan LKS Bipartit, Kerangka Kerja IR untuk Serikat Pekerja, Program Pengembangan Pejabat Hubungan Industrial (IRODP), dan Sertifikasi IR.
Lalu Kelas Hubungan Industrial (IR Class). Dan Agenda Utama Hubungan Industrial seperti Konvensi Business Process Outsourcing Indonesia dan Konvensi Jaminan Sosial dan Upah Minimum Indonesia.
Ketiga, Pusat Arbitrase dan Mediasi Indonesia (PAMI), lembaga penyelesaian perjanjian Arbitrase tertulis para pihak bersengketa, pemberian pelayanan Mediasi, Ajudikasi dan Pendapat Mengikat.
PAMI didirikan DPN APINDO-ATC, disahkan berdasar SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0007633.AH.01.07.2017, diharap jadi solusi alternatif penyelesaian yang diperlukan dunia usaha di Indonesia.
Juga enggan sembrono, per awal dibentuk, PAMI jua dipersiapkan jadi yang terbaik, misal melalui pemenuhan kebutuhan SDM Arbiter dan Mediator berintegritas dan profesional.
Selain itu, di jejaring eksternal, APINDO kini anggota aktif ASEAN Confederation of Employers (ACE), Confederation of Asia-Pacific Employers (CAPE), dan International Organization of Employers (IOE).
Uji istilah, APINDO lengkap gelar sudah: aktor, guru, jubir, jurkam, dinamisator, driving force, emerging force, katalisator, operator, "suhu", "suheng", pun agitator, propagandis. Bahkan provokator: pemajuan ekonomi bangsa. Bukan Tom and Jerry.
Sehingga kemudian, dalam pada itu, dengan peran dan peranan penyambung aspirasi dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) di Tanah Air, kiprah APINDO seperti banyak diakui, menjadi terus relevan.
Sebagaimana kerja bersama anak bangsa, melalui upaya sistemik (mencuplik ulang pidato virtual ucapan selamat HUT APINDO 2022 lalu dari Presiden Jokowi lewat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto), "sinergi, koordinasi, dan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha terbukti dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara secara efektif dalam menghadapi tantangan besar ini."
Situasi pandemi beberapa tahun terakhir —kurun 2020–2021, tantangan besar dimaksud; yang telah buat ekonomi global melambat, bahkan hadapi inflasi kelas berat.
Menggadang tema gadang, Rakerkonas APINDO 2025 didesain jadi momen penting memperkuat sinergi pusat-daerah, suarakan aspirasi dunia usaha, merumuskan langkah bersama hadapi tantangan ekonomi kedepan. Ditengah pasang surut situasi ketidakpastian global. Khas rezim VUCA.
"Saya rasa ini momentum yang tepat dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Bagaimana kita bersama-sama sebagai pemegang saham dari Indonesia, coba cari solusi," jumpa pers Shinta 29 Juli lalu.
Dengan memedomani 7 Program Kerja APINDO 2023–2028 hasil Munas XI Jakarta, 14-15 Juni 2023: Penguatan SDM dan ketenagakerjaan, Pemberdayaan pelaku usaha khususnya UMKM, Peningkatan investasi dengan perbaikan isu sektoral dan lintas sektoral, Partisipasi dan advokasi kebijakan strategis nasional, Penguatan organisasi untuk kepemimpinan masa depan, Penguatan kemandirian untuk mendorong kepentingan nasional, dan Penguatan jejaring dengan pemangku kepentingan.
Diperkokoh 4 Program Aksi Unggulan APINDO 2023–2028: Pengentasan Stunting antara lain lewat program Kolaborasi Inklusif Pengusaha Atasi Stunting (KIPAS Stunting); Roadmap Perekonomian APINDO; UMKM Merdeka; Pengarusutamaan Sertifikasi HR–IR demi wujudkan SDM terampil kompeten di bidang pengelolaan SDM dan hubungan industrial (industrial relationship/IR).
7 Progja 4 Progsi, dipancarluaskan pasca Munas dan pascapengukuhan pengurus DPN APINDO 2023–2028 oleh Presiden Jokowi di Kempinski Jakarta, 31 Juli 2023 untuk mendokumentasikan keputusan Munas.
Hadir, menteri dan wamen Kabinet Indonesia Maju, antara lain Menko Perekonomian, Menko Marves, Menkeu, Mendag, Menkes, Menperin, Kepala BKKBN, Wantimpres, para Dubes negara sahabat, kepala daerah, serta lebih dari seribu pengusaha ragam sektor.
Pengurus DPN APINDO 2023–2028 menandai era baru APINDO melanjutkan program kerja kepengurusan sebelumnya. Dipimpin Shinta, generasi baru APINDO yang usung semangat inklusivitas, memadupadankan komposisi pengusaha tua-muda serta profesional yang diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal APINDO sebagai organisasi yang terbilang senja nun tetap perkasa.
"Kita memasuki era baru kepemimpinan APINDO, yang akan menjadi tonggak sejarah transformasi APINDO dengan menghasilkan sejumlah program unggulan sebagai upaya kami mengakselerasi pemulihan ekonomi untuk pembangunan nasional," katanya.
Selain bersinergi secara pentaheliks dengan pemerintah, akademisi, badan/pelaku usaha, masyarakat atau komunitas serta media, APINDO mengharapkan kepengurusan baru yang inklusif ini pun akan semakin memperkuat hubungan APINDO dengan Konfederasi (Serikat Buruh/Serikat Pekerja), demi menciptakan hubungan industrial yang harmonis dengan semangat berlandaskan kolaboratif,” pidato pengukuhan Shinta. (Muzzamil)
-
