Harga Singkong Rp1350, Pengusaha Tak Patuh Berhadapan dengan Pemerintah

Jumat, 31 Januari 2025 14:31
Harga Singkong Rp1350, Pengusaha Tak Patuh Berhadapan dengan Pemerintah

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Arman Sulaiman "ketok palu" harga singkong Rp1350 per kg. "Tidak ada yang boleh menolak," kata Ketua Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Lampung Minder Ilyas.

Perusahaan yang menghadiri rapat persoalan harga singkong mengeluhkan atau tidak sepakat harga tersebut pada rakor di Kementrian Pertanian, Ragunan Pulogadung, Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Namun, kata Minder Ilyas, Mentan Arman tegas, pengusaha selama ini sudah untung sehingga saatnya membantu petani. Siapa yang membangkang berhadapan dengan Kementan.

Mentan Amran menilai tindakan pengusaha impor tapioka tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan pengabaian terhadap kesejahteraan petani Indonesia.

Enam perusahaan besar yang hadir Mentan Arman dan 35 stakeholder, yakni PT. Budi Starch and Sweetener,. Umas Jaya Sgrotama, Sinar Pematang Mulia, Sinar Laut Group, Tedco, dan PT. Kapal API Group

Dia juga menegaskan stop impor tepung tapioka. Alasannya, ada pengganti tepung tapioka, yakni tepung jagung. Mentan juga akan mempertimbangkan singkong masuk tanaman ketahanan pangan.

Sejak akhir tahun lalu, para petani menuntut agar harga beli singkong sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB), yakni Rp1.400 per kg. Harga rendah akibat pengusaha impor tapioka.

Amran menegaskan bahwa importir yang lebih mengutamakan produk dari negara lain dibanding produk dalam negeri merusak kedaulatan pangan dan merugikan petani. Ia bahkan meragukan patriotisme mereka.

"Mengimpor produk pangan dari negara lain lebih dari produk dalam negeri, diragukan patriotismenya. Tandanya itu mereka lebih sayang petani luar," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk melindungi petani kecil dan memastikan kesejahteraan mereka. Menurutnya, siapa pun yang merugikan petani Indonesia adalah pengkhianat bangsa.

"Menzalimi petani, menzalimi rakyat Indonesia itu adalah pengkhianat bangsa," ujarnya.(HBM/Zen Sunarto)


 - 

Berita Terkini