SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana Warung Bebek Pak Eko di Jalan Ketileng Indah Raya, Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang, Kota Semarang, Minggu 19 Oktober 2025 tampak berbeda dan lebih hidup.
Puluhan ibu dari kelompok Dasawisma Mawar RT 08 /RW 11 di Tembalang antusias mengikuti pelatihan bertajuk “Strategi Memasarkan Produk UMKM di Marketplace dan Media Sosial.”
Kegiatan ini merupakan implementasi program pemberdayaan masyarakat melalui dana operasional RT yang didukung oleh Wali Kota Semarang.
Baca juga: Two Sudirman Private Residences di Jantung Jakarta, Hunian Modern untuk Gaya Hidup dan Ketenangan
Tujuannya, memberikan wawasan praktis bagi pelaku UMKM tingkat RT agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar produk mereka.
Ketua RT 08, Wahidin Hasan, dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.
“Kami ingin ibu-ibu yang punya usaha rumahan bisa naik kelas. Jangan hanya menjual ke tetangga, tapi juga bisa menjangkau konsumen yang lebih luas lewat media sosial dan marketplace,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan narasumber Adiyono, Founder Kandang Ingkung Lawasan Semarang, yang dikenal sukses memasarkan produk kuliner tradisional secara online.
Dalam paparannya, dia menekankan pentingnya strategi digital bagi UMKM di era serba cepat ini.
Baca juga: KPK Soroti Proses Izin Perumahan di Sidoarjo, Ini Pemicunya
“Digital marketing bukan sekadar unggah foto di media sosial. Perlu ada strategi, storytelling, dan konsistensi. Dengan pendekatan yang tepat, biaya operasional bisa ditekan dan produktivitas meningkat,” jelas Adiyono.
Menurutnya, tantangan utama pelaku UMKM adalah keterbatasan mengembangkan jaringan bisnis, pemahaman teknologi, sumber daya manusia, dan kebiasaan konvensional yang sulit diubah.
Karena itu, pelatihan seperti ini menjadi penting untuk membuka wawasan baru.
Acara ini diikuti oleh 25 peserta, masing-masing perwakilan Dasawisma PKK, dengan latar belakang usaha yang beragam—mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk herbal rumahan.
Baca juga: Hari Pertama Tanding, Sambo Jateng Langsung Rebut 3 Emas di PON Bela Diri 2025
Ketua kelompok Dasawisma Mawar, Indah Purwaningsih mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Selama ini kami hanya mengandalkan penjualan offline. Setelah belajar ini, kami jadi tahu bagaimana membuat akun toko online dan promosi di media sosial,” katanya antusias.
Pelatihan ditutup dengan sesi praktik membuat konten produk menggunakan ponsel, disertai pendampingan langsung dari pemateri, sebagai rencana tindak lanjut. (Aji)