Helo Indonesia

Strategi Branding dalam Mengembangkan Usaha Ethnowllness

M. Haikal - Ekonomi
Rabu, 22 Januari 2025 22:54
    Bagikan  
Digital communication
Foto: pexels

Digital communication - Digital communication menjadi pilihan paling mudah dan efektif ketika Anda memilih low budget alias bujet minim dalam memasarkan usaha yang sedang dibangun.

HELOINDONESIA.COM -Digital communication menjadi pilihan paling mudah dan efektif ketika Anda memilih low budget alias bujet minim dalam memasarkan usaha yang sedang dibangun.

Hal ini disampaikan Program Director London School Academy Alexander Mamby Aruan seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (22/1/2025).

"Ketika kita bicara tentang manajemen pemasaran itu kita membangun apa? Jadi kalau kita melakukan yang namanya manajemen pemasaran, satu, tentunya kita harus menentukan objektif. Objektif itu harus apa sih. Kita harus bisa melihat ke dalam dari luar," jelas Mamby Aruan.

Menurutnya, kita harus menentukan dulu analisa pasar seperti apa keberadaannya dan di mana. Dan dari situ baru bisa mengevaluasi peluang. Tentukan strategi pemasaran dan baru menyusun program.

Baca juga: Soal Paket C dan Hutang Aris Sandi, MK Ingatkan KPU Ubah Mindset

"Kadang-kadang kita sering menyusun program tanpa menentukan indikator keberhasilannya apa. Nah inilah yang harus kita capai. Contoh ketika kita berbicara tentang direct selling (penjualan langsung) kita harus tentukan penjualan kita berapa. Kita harus menghitung berapa," papar Mamby Aruan.

Sehingga, sambungnya, kita sudah harus tahu ketika melakukan pemasaran ini apa yang harus didapatkan. Sehingga sebesar atau sekecil apapun biaya yang dikeluarkan dapat mempertanggungjawabkannya kepada atasan.

"Perencanaan pemasaran itu sebetulnya simpel. Kalau perencanaan berarti kita planning secara menyeluruh. Tentunya kita bicara tentang perencanaan," ujarnya.

Setelah itu, harus membuat panitia atau tim. Jangan salah dalam memilih tim atau tidak sesuai dengan kompetensinya.

Baca juga: Hutang Rp105 Juta SMKN 1 Terbanggibesar Dibebankan ke TU Sekolah

"Contoh, mereka adalah orang sales, tapi disuruh disuruh ngerjain orang PR ya otomatis mereka kayak dan nanti gimana ya pak... Kita harus memilih tim yang tepat. Lihat kompetensi dari timnya sendiri. Dari situlah baru kita bisa meramu perencanaan yang baik," papar ya.

Ketika menentukan target, menurut Mamby Aruan, sebetulnya sudah bicara promosi. Dan promosi itu harus menyentuh tiga aspek. Pertama advertising. untuk mencapai awarnesnya.

Kedua public relation (PR). Biasanya bentuknya aktivitas grand launching. Semuanya berbentuk aktivitas.

"Jadi tujuan dari PR itu adalah engagement yang keterikatan dengan marketnya siapa," jelasnya.

Baca juga: Mahdi Yusuf Resmi Jabat Dirut Bank Lampung

Ketiga, baru membuat marketing plan. Umumnya, ketika orang berpikir tentang marketing plan hanya dari sisi promosi saja.

Padahal, promosi itu ada di advertising, bukan di marketing. Marketing itu sendiri isinya adalah sales promotion.

"Contoh yang saat ini kita tahu, kalau jualan itu sering banget keluar ya kata-kata 11-11, 12 12, opening Cell, closing Cell, midnight still, by one get one. Sebuah program yang contohnya "saya datang 10 kali akan mendapatkan apa". Nah itu adalah program yang biasanya reward untuk orang yang loyal dengan kita," jelasnya

Dengan demikian, Mamby menegaskan bahwa marketing strategi itu harus mencapai 3 aspek tersebut. Ada advertising, ada PR-nya, ada marketingnya.

Baca juga: 5 Universitas Terbaik di China di Bidang Ekonomi dan Bisnis

Dikatakan Mamby Aruan, yang paling inti yang harus dijadikan KPI adalah target market.

Ada tiga target market. Yakni, target audience atau target penonton, target publik atau target masyarakatnya dan ketiga adalah target market orang yang akan membeli produk kita.

"Dan biasanya orang yang membeli produk kita itu bersifat homogen atau disebut dengan demografi. Latar belakang perekonomiannya seperti apa, kedua juga biasanya kita lihat punya umur berapa yang sering datang ke spa contohnya. Tapi apakah itu cukup? tidak cukup," jelas Mamby Aruan.

Kita harus tentukan psiko grafik atau berkumpul karena kesukaan atau hobby. Contoh komunitas Harley Davidson, perkumpulan ibu-ibu pencinta spa atau Ethnowllness, bahkan pecinta KPOP pecinta misalnya.

"Ini adalah orang-orang yang kita tentukan berdasarkan psiko grafik. Misalnya wanita di atas 30 tahun dibagi menjadi dua. 30 tahun itulah secara demografi diukur berdasarkan umur," paparnya.

Baca juga: BLC Kendal Ajak Stakeholder Satukan Persepsi Cegah Judi Online hingga Korupsi

Kemudian diukur berdasarkan penghasilan. Akan tetapi harus dilihat lagi, ini ibu-ibu rumah tangga atau ibu wanita karir.

"Karena kalau bicara ibu rumah tangga saja dan ibu yang berkarir tentunya membutuhkan informasi yang berbeda. Nah di sini lah kita membuat marketing mix. Tadi yang saya sebutkan ada tiga variabel. Kita harus pikirkan publikasinya, iklannya seperti apa. Kalau misalnya kita pakai sosial media gambar apa yang kita taruh, pesan apa yang akan kita tampilkan," tandasnya.