Transformasi Peran Perempuan Tani, Tingkatkan Kewirausahaan melalui Budidaya Markisa danTeknologi Informasi pada KWT Kirai Emas

Kamis, 18 September 2025 20:26
tim Pengabdian kepada Masyarakat yang dipimpin oleh Dr. Denok Sunarsi, M.M, bersama Dr. Ir. Hamsinah, M.Si, dan Dede Supiyan, S.Kom., M.Kom., menyelenggarakan serangkaian pelatihan untuk anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kirai Emas 12 di Depok, Jawa Bara Foto: ist

HELOINDONESIA.COM - Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan tani, tim Pengabdian kepada Masyarakat yang dipimpin oleh Dr. Denok Sunarsi, M.M, bersama Dr. Ir. Hamsinah, M.Si, dan Dede Supiyan, S.Kom., M.Kom., menyelenggarakan serangkaian pelatihan untuk anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kirai Emas 12 di Depok, Jawa Barat.

Pelatihan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Tahun Anggaran 2025.

Program ini mendapatkan dukungan melalui Hibah Bima, Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan nomor kontrak 121/C3/DT.05.00/PM/2025, 28 Mei 2025, 8160/LL4/PG/2025, dan 110/D5/SK/LPPM/UNPAM/VI/2025, Juni 2025.

Pelatihan yang dimulai pada bulan Juli dan direncanakan berlangsung hingga Desember 2025 ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada anggota KWT Kirai Emas 12 dalam bidang teknologi pertanian modern serta kewirausahaan.

Baca juga: Faperta Unila Yudisium 149 Mahasiswa, 6 Lulusan Terbaik

Salah satu materi utama dalam pelatihan ini adalah pembuatan sistem hidroponik untuk budidaya markisa, yang diharapkan dapat membantu anggota KWT dalam mengoptimalkan hasil pertanian mereka meskipun memiliki lahan terbatas.

Program ini dimulai dengan proses penggemburan tanah yang dilakukan oleh anggota KWT Kirai Emas 12, yang bertujuan untuk menyiapkan lahan yang subur bagi penanaman bibit markisa dan sistem hidroponik yang akan dipasang.

Setelah tanah dipersiapkan, bibit markisa ditanam untuk dimulai proses budidaya.

Selanjutnya, anggota KWT mengikuti pelatihan pembuatan sistem hidroponik yang dipandu oleh Heru Widiyarto, seorang ahli hidroponik.

Baca juga: PTPN I Regional 7 Siap Laksanakan Program Hilirisasi Perkebunan

Heru menjelaskan bahwa sistem hidroponik menawarkan berbagai keuntungan, seperti penghematan penggunaan lahan dan air, serta potensi hasil yang maksimal meskipun lahan yang tersedia terbatas.

Pelatihan ini juga mencakup pembuatan vertical garden yang merupakan metode efisien untuk budidaya tanaman di lahan sempit.

Para peserta mengikuti sesi praktikum dan belajar langsung cara menanam markisa menggunakan media hidroponik dan vertical garden.

Tak hanya sebatas pelatihan teknis pertanian, program ini juga memberikan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan nilai jual produk markisa.

Baca juga: Mirza-Giri Tawaf Perjuangkan Regulasi Harga Singkong ke Kementerian, Giri Bocorkan Hasilnya

Dalam sesi ini, Kurniasih mengajarkan peserta cara membuat jus markisa dan teknik pengemasan yang menarik.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk markisa, sehingga dapat lebih bersaing di pasar.

Selain itu, para peserta juga diberikan pelatihan mengenai e-commerce oleh Rahmat Junianto, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam memasarkan produk mereka secara online.

Dengan semakin berkembangnya dunia digital, pemanfaatan e-commerce sangat penting untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca juga: Tak Indahkan Kewajiban, Sisca: Izin Galian C di Winong Dapat SP3 dan Berpotensi Dicabut

Acara ini mendapat sambutan hangat dari Ketua RT setempat, Deden Hendrawan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan dukungannya.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini, yang tidak hanya memberdayakan perempuan tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat," ungkap Deden Hendrawan.

Wiwin Puspitasari, Ketua KWT Kirai Emas 12, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelatihan ini.

"Pelatihan hidroponik dan kewirausahaan ini sangat bermanfaat. Kami semakin percaya diri untuk mengembangkan budidaya markisa yang lebih efisien dan dapat bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Wiwin.

Baca juga: DPRD Lampung dan BPIP Bimtek Pascasila dan MoU Kedua Lembaga

Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pengurangan kemiskinan, kesetaraan gender, dan penciptaan pekerjaan yang layak.

Dengan keterampilan baru dalam budidaya markisa, pengolahan produk, dan teknologi pemasaran, diharapkan perempuan tani di KWT Kirai Emas 12 dapat meningkatkan produktivitas mereka dan memperoleh peluang ekonomi yang lebih baik.

Melalui pemberdayaan perempuan tani ini, diharapkan KWT Kirai Emas 12 dapat mencapai kemandirian ekonomi yang lebih baik dan memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bagi para petani perempuan di Indonesia.

Kegiatan ini turut dibantu oleh sejumlah mahasiswa dari Universitas Pamulang, termasuk Yogie Tresna, Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen, Efendi Feriawan Chandra, Mahasiswa Program Studi Manajemen Sarjana, serta mahasiswa Teknik Informatika lainnya yang membantu dalam teknis pelaksanaan acara.

Baca juga: Pasca Pemilu dan Pilkada, KPUD Tubaba Gelar FGD Evaluasi Pemilihan Tahun 2024

"Kami selaku tim pengabdian kepada Masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungannya yang memungkinkan terlaksananya pengabdian ini. Semoga program ini memberikan manfaat yang besar bagi pemberdayaan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia," pungkas Denok sebagai ketua tim

Berita Terkini