HELOINDONESIA.COM - Indonesia melalui Kementerian Perdagangan membahas peluang kerja sama investasi di bidang kendaraan listrik bersama dengan Vietnam.
Melalui kerja sama ini, industri kendaraan listrik (EV) berkembang dan akan meningkatkan ekspor Indonesia.
Pembahasan kerja sama ini dilakukan saat Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menerima kunjungan delegasi Vingroup/VinFast Vietnam di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/9) kemarin.
Baca juga: Mendag Zulkifli Hasan Ingatkan Semangat Inklusivitas APEC dalam Menjalin Kerja Sama Kawasan
Mendag menyebut, Indonesia terbuka untuk kerja sama dan kolaborasi dengan negara-negara mitra untuk pengembangan kendaraan listrik.
Termasuk peningkatan infrastruktur dan pengisian daya, menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif, serta mengoptimalkan produksi dan penggunaan sumber daya berkelanjutan.
"Melalui kerja sama ini, industri dalam negeri akan tumbuh dan ekspor kendaraan listrik akan dipastikan melonjak,” harap Mendag Zulkifli Hasan dalam siaran persnya, Selasa (5/9).
Mendag Zulkifli menyambut baik rencana VinFast untuk mendirikan perusahaan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, ini merupakan langkah tepat karena Indonesia dan Vietnam adalah negara ASEAN dengan perekonomian cukup kuat.
Baca juga: Mendag Zulkifli Hasan: Generasi Muda Berperan Penting Wujudkan Indonesia Maju 2045
"Sesuai dengan tema dari ASEAN Summit dan Indonesia menjadi tuan rumah tahun ini, "ASEAN Matters Epicentrum of Growth" ini merupakan implementasi darikerja sama konkret, baik dalam kerangka ASEAN maupun dalam kerangka bilateral antara Indonesia dengan Vietnam," kata Menda Zulkifli Hasan.
Mendag Zulkifli menyampaikan, Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia. Nikel merupakan salah satu bahan baku mineral untuk baterai kendaraan bermotor listrik (KBL) selain lithium, kobalt, grafit dan mangan.
Pemerintah Indonesia sangat mendukung pengembangan KBL di Indonesia dan telah menetapkan target yang terukur untuk pengembangan, penerapan,dan penggunaan KBL di Indonesia.
“Kemendag telah menetapkan ketentuan impor baterai lithium tidak baru sebagai bahan baku industri. Hal ini bertujuan untuk mendukung dan mendorong pengembangan industri KBL dalam negeri,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.
Baca juga: Mendag Zulkifli Hasan: Indonesia dan Mesir Sepakat Perkuat Kemitraan Dagang
Dalam pertemuan tersebut, VinFast menyatakan keinginannya untuk membuka peluang kerja sama antara Indonesia-Vietnam di bidang kendaraan listrik. Salah satunya, dengan adanya rencana pendirian industri manufaktur mobil dan baterai di Indonesia.
VinFast adalah merek mobil Vietnam pertama yang menembus pasar global dan melakukan produksi kendaraan listrik skala besar.
Saat awal berdiri, VinFast memproduksi dua mobil yaitu LuxA2.0 dan LUXSA 2.0 yang merupakan mobil dengan mesin pembakaran internal (internal combustión engine/ICE).
Pada akhir 2022, VinFast berfokus pada produksi baterai untuk kendaraan listrik. Pada tahun tersebut, Vinfast menjual hingga 24.00 unit mobil dan 7.400 diantaranya mobil listrik, serta 60.000 skuter listrik.