Helo Indonesia

Ada Suara Langitan, Geser Lagi Diskusi dan Nobar *Pesta Babi* 

Herman Batin Mangku - Hiburan -> Film
1 jam 34 menit lalu
    Bagikan  
PESTA BABI
HELO LAMPUNG

PESTA BABI - Lokasi diskusi dan nobar film Pesta Babi pindah lagi ketiga kalinya. (AI/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Diskusi publik dan nonton bareng film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" pindah lagi kek kucing beranak. Setelah rencana dari kampus, lokasi diskusi pindah ke Cafe Roemah Jus di Jl. Pramuka, Rajabasa, Kota Bandarlampung.

Hitungan jam, lokasinya kembali pindah. "Pindah lagi acara diskusi dan nonton barengnya," kata salah seorang narasumber diskusi dan nobar kepada Heloindonesia.com, Jumat (15/5/2026), pukul 17.15 WIB.

Kali ini, dia tak mau mengatakan rencana lokasi yang ketiga kali ini. Alasan dia, takut gagal lagi. Ditanya kenapa pindah dari Cafe Roemah Jus, sang pemantik diskusi mengatakan ada "suara dari langitan". Dirinya menolak menjelaskan lebih lanjut.

Informasi dari Ketua Panitia M. Yasir Setiawan, acara pindah lagi karena di -cancel pemilik Cafe Roemah Jus yang berstatus ASN. Dia menyesalkan kenapa orderan tempat dibatalkan kebetulan pemiliknya terkait dengan pemerintah. 

Sebelumnya, diskusi rencana di Gedung Kibara Aceh, Sabtu (16/5/2026), pukul 18.10 WIB. Namun, karena ada miskomunikasi, pihak pengelola gedung telah lebih dulu memberikan izin kegiatan rutin sosial santunan anak yatim.

Lokasi kegiatan sosial anak yatim itu di masjid yang satu lantai dengan lolasi diskusi, yakni di Cafe Kabara. Karena ada dua kegiatan bersamaan keagamaan, panitia diskusi dan nobar Pesta Babi menghormatinya.

"Kami mengambil keputusan memindahkan kegiatan diskusi dan nobar keluar kampus,” ujar Ketua Panitia M. Yasir Setiawan kepada Heloindonesia.com, Jumat (15/5/2026).

Pihak penyelenggara memastikan agenda diskusi dan bedah film tetap berjalan untuk membangun kesadaran publik tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, peduli kondisi sosial masyarakat, serta memperkuat budaya diskusi yang sehat dan terbuka.

"Kami ingin masyarakat lintas generasi dan khususnya anak muda, semakin sadar bahwa lingkungan hidup dan kondisi sosial di sekitar kita adalah tanggung jawab bersama. Karena itu kegiatan ini tetap harus berjalan” lanjutnya.

Sebagai langkah lanjutan, panitia bergerak cepat mencari lokasi penggantinya. Yasir juga memastikan kehadiran enam pemantik diskusi dari berbagai latar belakang keilmuan dan latar belakang sosial.

Salah satunya adalah Hermawan Ketua Umum DPP YLHBR-ABR Indonesia. Dia membenarkan jadi salah satu pematik diskusi. "Benar, saya akan hadir dan menjadi salah satu pemantik diskusi," katanyaa.

Menurut dia, diskusi menjadi langkah progresif dalam membangun ruang dialog yang kritis, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan kesadaran sosial masyarakat.

"Kami percaya karya film dapat menjadi media edukasi, refleksi, sekaligus penguatan nilai demokrasi dan kebebasan berpikir di tengah kehidupan berbangsa,” ujar Ketua Umum DPP YLHBR-ABR Indonesia..

Adapun keenam pemantik diskusi lainnya adalah Direktur Eksekutif WALHI Lampung Irfan Tri Musri; Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung Dian Wahyu Kusuma; dosen Teknik Lingkungan Universitas Malahayati Mokhram Ari Arbi; tokoh adat M. Arif Sanjaya Tuan Penutup Bangsorayo Sakti; Ketua Umum DPP YLHBR-ABR Indonesia Hermawan; dan anggota DPRD Provinsi Lampung M. Syukron Muchtar.

Diskusi nanti akan dipandu Sujarwo Songha, MC kondang asal Lampung yang pernah mengajar di Papua pada tahun 2016 - 2017. Closing statement akan disampaikan Ketua Pelaksana Muhammad Yasir Setiawan.

Diskusi nanti akan di moderatori Sujarwo Songha, MC Kondang asal Lampung yang pernah mengajar di Papua pada tahun 2016 - 2017. Dan di penutup akan ada Closing Statement yang akan disampaikan Ketua Pelaksana Muhammad Yasir Setiawan.

Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi publik yg sehat, terbuka, dan berani membicarakan persoalan sosial maupun lingkungan secara kritis namun damai. (HBM)