LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Video Polsek Seputih Mataram menutup tambang pasir ilegal berdurasi 43 detik sempat tayang dengan penonton 4000 lebih di media sosial. Namun, tak lama kemudian, police line raib dan alat berat kembali menggali pasir hingga merambah ke sawah produktif.
Di video amatir tersebut, seorang anggota polisi menyampaikan penutupan tambang pasir ilegal kepada 50-an pekerjanya di DAS Way Seputih, Kampung Rejosari Mataram, Kecamatan Seputihmataram, Kabupaten Lampung Tengah.
Sang anggota Babinkamtibmas yang didampingi sejumlah anggota termasuk Kanit Reskrim Polsek Seputihmataram menyampaikan penutupan tambang dan menjelaskan adanya larangan atau aturan terkait penambangan.
Dalam video, seorang anggota juga menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak ada kepentingan dengan penambangan dan tidak membeking penambangan pasir ilegal.
Menurut warga Rejosari Mataram, video itu dibuat Sabtu, 09 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Usai memberikan pengarahan, polisi memasang garis polisi (police line), didepan warung warga dekat TKP penambangan ilegal.
"Namun anehnya setelah garis polisi itu dipasang, tak lama kemudian hilang dan penambang mulai kerja lagi, kayak mereka itu kebal hukum," ujar seorang warga kepada Heloindonesia.com, Rabu (13/5/2026).
Menurut warga sekitar, meski sudah ada kesepakatan antara pemilik tambang dan petani seharusnya penambangan menggunakan alat berat eskavator dihentikan, karena akan merusak lingkungan dan lahan pertanian semakin parah.
"Puluhan hektare DAS Way Seputih sudah rusak dan lahan pertanian tergerus tambang ilegal itu," ujar seorang warga.
Sebelumnya 60 warga Rejosari Mataram menolak adanya penambangan pasir di desa mereka karena keberadaannya merusak lahan pertanian, dan membuat jalan desa rusak parah. Mereka pun menandatangani surat pernyataan minta penambangan pakai alat berat ditutup.
Sementara itu penambangan pasir ilegal menggunakan alat sedot di Way Seputih, Seputih Mataram masih terus berlangsung.
Warga memakluminya menambang pasir dengan alat sedot, jarena merupakan mata pencaharian wqrga yang sudah mereka lakukan secara turun temurun. (Zen)
