Helo Indonesia

Wahai Anak Muda, Platform Digital Buka Peluang Jadi Sineas Kreatif untuk Ciptakan Film dan Konten Video

Senin, 11 September 2023 07:59
    Bagikan  
Wahai Anak Muda, Platform Digital Buka Peluang Jadi Sineas Kreatif untuk Ciptakan Film dan Konten Video

Rachman Polalo saat mengerjakan skenario untuk film drama komedi peerdananya, di Kantor KSFS Production, dan saat menjadi MC. Foto: Ist

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Bangkitnya perfilman di Indonesia pada era platform digital seperti sekarang, mendorong para kreator, khususnya bagi anak muda yang memiliki bakat kreatif berlomba-lomba menjadi sineas dengan membuat karya melalui pembuatan film pendek.

Film berdurasi pendek bisa berlingkup apa saja, mulai dari film drama komedi, hingga sinema dokumenter, bahkan video vlog yang berisi konten mengeksplor kuliner dan wisata.

Namun, dalam pembuatan sebuah konten film, salah satu hal paling utama yakni pemeran atau artis pendukung yang jago berakting.

polalo
"Kalau tim produksi film sudah lengkap, mulai dari produser yang mendanai, sutradara, penulis naskah, kameramen, tim editing, dan kru lainnya sudah ready, serta perlengkapan syuting ada, kan tinggal jalan. Satu yang tak boleh ketinggalan, aktor atau aktrisnya," kata Rachman Polalo, guru seni peran akting freelance di Lucette Entertainment School Semarang, Minggu 10 September 2023.

Menurut Rachmad yang juga komika itu, menyiapkan pemeran dalam sebuah film atau konten yang mau dibikin, hukumnya wajib karena memberikan roh bagi film itu sendiri. Untuk mendapatkan konten yang optimal, butuh seorang pemeran andal.

So, bagaimana mendapatkan calon aktor atau aktris yang mumpuni? Dia pun berbagi tips, pencarian artis berbakat bisa melalui seleksi dulu atau melalui casting. Bisa juga ngambil model atau 'artis jadi' dari sekolah akting," lanjut dia menceritakan.

Guru seni peran akting yang akrab di sapa oleh murid-muridnya Mr Polalo itu menjelaskan untuk pembuatan film atau konten, para pelaku industri film yang notabe hanya untuk ditayangkan di sosial media, seperti YouTube, Instagram, Tiktok, dan Snackvideo, harus memiliki ciri khas.

"Harus punya tempat produksinya, kru, talentnya, yang paling penting nama program dari film atau konten yang mau dibuat. Terus tagline atau ciri khas dari talent/artisnya agar tayangan video diminati dan mudah diingat oleh pemirsa," jelasnya.

Peroleh Iklan

Mr Polalo yang juga bekerja sebagai MC profesional atau pembawa acara asal Semarang itu juga mengungkapkan, jika hasil video film atau konten yang di produksi itu bagus, maka dampaknya akan sangat baik.

"Kalau ditayangkan di YouTube, terus yang nonton banyak, subscriber juga banyak, kita bisa dapat iklan dan penghasilan dari situ. Apa lagi jika konten kita viral dan disukai banyak netizen, bukanhanya artisnya, tapi PH nya pun akan juga ikut terkenal," ungkap Mr Polalo yang juga sutradara,sekaligus penulis naskah di KSFS Production itu.

Tak hanya itu, lanjut Mr Polalo, dirinya juga memberikan pesan kepada para calon artis yang hendak mengikuti casting film atau yang akan ikut masuk konten yang di produksi, agar terlebih dulu memiliki bakat akting penguasaan meliputi mimik, pantomim, dialog, dan lain sebagainya.

"Sekarang banyak kok sekolah akting, apa lagi di Semarang ini, ada Lucette Entertainment School. Jadi sebelum ikut casting atau jadi talent dari sebuah produksi film, calon artis harus punya pegangan keahlian berakting dulu, paling tidak itu," tutur Mr Polalo yang juga jurnalis di salah satu media online Semarang.

"Teruslah menjadi anak muda kreatif, produktif, dan inovatif, karena di era digital ini kita harus ciptakan peluang, sukses mu dengan cara apa,??? Dengan cara memanfaatkan keahlian kita dengan memproduksi film atau video konten, atau menjadi talent (artisnya)," pungkasnya. (Aji)