Ketika Mahfud MD Main Drama Ketoprak Bersama Ayu Azhari, Katanya: Majapahit Harus Dijaga

Sabtu, 29 Juli 2023 23:27
Menko Polhukam Mahfud MD saat main ketoprak lakon Damar Wulan Featuring Minak Jinggo. (Foto: Instagram / @mohmahfudmd) Instagram / @mohmahfudmd

HELOINDONESIA.COM - Surprise. Kejutan. Menko Polhukam Mahfud MD main seni drama ketoprak, yakni drama Jawa. Menariknya, Mahfud MD main drama ketroprak bersama artis cantik Ayu Azhari.

Wah, bikin penasaran saja. Orang pengin melihat dapuk atau peran Pak Mahfud MD. Profesor asal Madura ini ternyata dapuk menjadi Romo Pandito, sosok panutan yang adil dan bijaksana, yang dalam kisah ini menjadi hakim.

Sedangkan Ayu Azhari menjadi Dewi Kencono Wungu, yang merupakan Ratu di Majapahit. Jadi, bukan menjadi pasangan peran Pak Mahfud MD.

Menariknya, ada sejumlah tokoh yang ikut tampil ada dua professor lagi, yakni Dirjen Dukcapil Pro Zudan Arif, dan Prof Ai Ghufron. Selain itu ada sejumah duta besar.

Baca juga: Anies Tak Kunjung Umumkan Cawapres, Nasib Koalisi Perubahan Potensial Ambyar

Lantas lakonnya apa, ini dia tak kelah menarik, rupanya agak plesetan, yakni ‘Damarwulan featuring Minak Jinggo’. Damarwulan adalah Senapati Majapahir, sedangkan Minak Jinggo raja Blambangan yang memberontak ke Majapahit.

Satu lagi yang tidak boleh dilewatkan, adalah soal sutradaranya, yakni Agus Marsudi. Siapa dia? Ternyata suami dari Ibu Menlu, Retno LP Marsudi. Keren.

Hal itu semua diketahui dalam unggahan Menko Mahfud MD di Instagram. Ia menjelaskan, Ketoprak adalah seni pentas sandiwara dengan diselingi lagu-lagu Jawa, dan diiringi gamelan yang sudah ada sejak era Amangkurat satu.

Baca juga: Ralat Penetapan Tersangka, SETARA : Marwah KPK Runtuh, Rusak Rasa Keadilan Publik

“Kemarin malam, saya ikut main ketoprak di pentas berjudul ‘Damarwulan featuring Minak Jinggo’, yang diselenggarakan oleh Pawarta Jogja, Kagama Depok, dan Banhubda DIY di Binakarna, Bidakara. Saya bermain bersama artis Ayu Azhari yg menjadi Kencono Wungu,” tulis @ mohmahfudmd.

Ia kemudian membeber sejumlah tokoh yang mendapat peran dalam pentas drama kethoprak ini. Yakni seniman top seperti Marwoto, Susilo Nugroho ‘Den Baguse Ngarso’, Joned Trio Gam, Dirjen Amerop Kemlu Umar Hadi, PJ Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif, Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo, Prof Ali Ghufron, juga beberapa duta besar negara-negara sahabat. Sutradaranya Agus Marsudi, suami dari Ibu Menlu.

“Saya memerankan Romo Pandito, sosok panutan yang adil dan bijaksana, yang dalam kisah ini menjadi hakim yang mengadili perbuatan Layang Seto dan Layang Kumitir, yang membuat hasutan kekacauan pada Damarwulan dan Minak Jinggo,” ujarnya.

Baca juga: Redam Gejolak Golkar, Airlangga Hartarto Disarankan Merapat ke Koalisi PDIP

Lantas, Mahfud MD menjelaskan inti dan makna lakon tersebut, yakni soal adanya kisruh di Majapahit karena serangan Minak Jinggo, yang kemudian ditumpas oleh Damarwulan. Kemudiian adanya hasutan-hasutan, kalau zaman sekarang marakanya hoaks yang membuat perpecahan.

“Lakon ini membawa pesan bahwa negara Majapahit yang besar harus terus dijaga dan dipelihara. Caranya, dengan menjaga akhlak generasi muda dan terus menjaga persatuan di dalam perbedaan, jangan suka bermusuhan hanya karena perbedaan,” jelas Prof Mahfud MD..

“Justru perbedaan itu adalah modal sosial, sekaligus modal politik untuk memperkuat Nusantara,” tandas Mahfud MD, Menko Polhukam. (*)

(Winoto Anung).

Berita Terkini