Helo Indonesia

Polsek Kemiling Usahakan Damai Kasus Ketua RT Bogem Tukang Mebel

Annisa Egaleonita - Nasional -> Hukum & Kriminal
Sabtu, 29 April 2023 17:53
    Bagikan  
Korban bogem Ketua RT
Korban bogem Ketua RT (Foto Hajim/Helo Indonesia L

Korban bogem Ketua RT - (Foto Hajim/Helo Indonesia Lampung)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kapolsek Kemiling Ipda Agus Heriyanto mengupayakan perdamaian kasus Ketua RT bogem pengrajin mebel di di Jalan Jalur Dua Perum BPK, Kemiling, Kota Bandarlampung.

"Memang saksi-saksi penganiayaan sudah lengkap, tapi kami masih upayakan mediasi agar Kedua belah pihak mengakhiri perkara ini" kata Kapolsek Kemiling, Sabtu (29/4/2023)

Kasus penganiayaan yang dilakukan Jasmani alias Jajang Ketua RT 07 Kelurahan Kemiling Permai, Kemiling terhadap Sukiman, pengrajin mebel telah berjalan hampir sebulan. l

"Lagi diupayakan mediasi. Memang saksi-saksi penganiayaan sudah lengkap, tapi kami masih upayakan mediasi, kalau bisa damai kenapa harus lanjut," ujar Ipda Agus Heriyanto.

Meski demikian, Ipda Agus menyebutkan, bila upaya mediasi gagal, pihaknya akan melanjutkan laporan Sukiman.

"Ya, kalau mediasi gagal, laporannya baru kita lanjutkan. Hari ini juga kita tindak lanjuti," ujar mantan Gadik Pertama 24 SPN Polda Lampung seraya mengakhiri panggilan teleponnya.

Sementara, Kasi Humas Polresta Bandarlampung AKP Halimatus Sarta mengaku sedang mengonfirmasi kasus ini kepada pihak Polsek Kemiling. "Sedang dikonfirmasi ke Polsek Kemiling, ya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Jasmani, ketua RT 007, Kelurahan Kemiling Permai, Kota Bandarlampung membogem mentah hingga memar membiru sekitar mata kiri pengrajin Nuril Sejati Mebel di Jalan Jalur Dua Perum BPK, Kemiling.

Pemicunya, Sukiman bertanya tentang uangnya yang hilang kepada Jasmani, Kamis ( 30/3/2023), pukul 12.30 WIB. Namun, bukan uangnya Rp900 ribu yang kembali, pengrajin mebeler itu malah kena bogem, tendang, dan cekikan.

Kejadian itu berawal dari dua hari sebelumnya, Selasa ( 28/3/2023), pukul 09.00 WIB, saat menjahit di tempat usahanya, ada dua orang yang masuk ke tempat usahanya, yakni Jasmani dan seorang wanita.

Setelah mereka pergi, saat hendak mengambil uang buat beli pulsa, celana yang digantung jatuh ke lantai kamar dan uangnya tak ada lagi, hilang. Posisi Jasmani dekat pintu kamar.

Dua hari kemudian, Kamis (30/3/2023),
Sukiman bertanya apakah Jasmani melihat sesuatu jatuh di kamar tempatnya usaha, Sukiman menjawab tidak, kata Sukirman, Jumat (28/4/2023).

Pengrajin mebeler itu mengatakan melihat Jasmani masuk lewat samping saat dirinya sedang menjahit jok kursi. Terjadi cekcok, Jasmani membogem wajah bagian kiri, menendang kemaluan, dan mencekiknya.

Setelah itu, korban melapor ke Polsek Kemiling, namun petugas berusaha mendamaikan dan tak mendapatkan surat pengantar visum usai kejadian tersebut.

Esoknya, Jumat (31/3/2023), dia mendatangi kembali Polsek Kemiling. Petugas akhirnya membuatkan surat pengantar untuk visum ke RSUD Abdul Moeloek lalu lanjut pembuatan laporan.

Esoknya, Sabtu ( 1/4/2023), Sukiman kembali mendatangi Polsek Kemiling untuk menanyakan kelanjutan laporannya. Petugas memintanya datang Senin (3/4/2023) dan menyarankan perkara distop saja.

Pengrajin mebel itu tetap menginginkan proses hukum. Hingga saat ini, pelaku pemukulan belum bisa dikonfirmasi karena berada di luar Lampung, (Hajim)