Helo Indonesia

Hendak Perang Sarung, 21 Remaja Digiring ke Polsek Kutasari

Rabu, 13 Maret 2024 09:49
    Bagikan  
Hendak Perang Sarung, 21 Remaja Digiring ke Polsek Kutasari

Petugas Polsek Kutasari saat mengamankan dan melakukan pembinaan terhadap remaja yang hendak perang sarung

PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM - Polres Purbalingga melalui Polsek Kutasari menggagalkan aksi perang sarung di Lapangan Jaka Kusuma Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu dini hari 13 Maret 2024. Di lokasi, polisi mengamankan puluhan remaja untuk selanjutnya digiring ke Mapolsek Kutasari.

Kapolsek Kutasari Iptu Heru Riyanto menjelaskan, berawal dari laporan warga yang mencurigai banyak remaja berkumpul di lapangan Desa Karangcegak. Diduga mereka hendak melakukan perang sarung.

Baca juga: Wajah Baru dari Dapil Jateng 1 ke Gedung Berlian: Mulai Istri Mantan Wali Kota, Ketua Partai, hingga Pengurus DPP

"Adanya informasi tersebut kami langsung mendatangi lokasi dan menemukan puluhan remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung," jelasnya.

Disampaikan kapolsek bahwa di lokasi diamankan 21 remaja laki-laki yang berasal dari Desa Karangcegak, Desa Sumingkir, Desa Meri dan Desa Candiwulan. Diamankan juga 21 sarung yang sebagian sudah digulung siap digunakan perang sarung, 11 handphone dan 6 sepeda motor.

"Para remaja tersebut kemudian diamankan ke Polsek Kutasari berikut barang buktinya," kata kapolsek.

Langkah Pembinaan

Dari keterangan para remaja tersebut mereka sebelumnya berkomunikasi melalui WhatsApp untuk melakukan perang sarung. Setelah ditentukan lokasi di Lapangan Jaka Kusuma Desa Karangcegak mereka kemudian berdatangan. Rencananya perang sarung akan dilakukan 5 lawan 5.

Baca juga: Ganti Permainan, Hari Biasa Tawuran Gunakan Sajam, Bulan Ramadhan Pake Sarung

Kapolsek menambahkan kepada para remaja tersebut akan dilakukan langkah pembinaan. Setelah dilakukan pendataan, hari ini seluruhnya dihadirkan berikut orang tua dan perangkat desa masing-masing di Mapolsek Kutasari.

"Kami lakukan langkah pembinaan kepada mereka dengan menghadirkan orangtua dan pemerintah desa. Dengan harapan mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya," pungkas kapolsek. (Aji)