Helo Indonesia

Kabur ke Australia, Ternyata Denny Indrayana Cari Duit Tambahan jadi Sopir Bus

Kamis, 1 Juni 2023 14:56
    Bagikan  
Denny Indrayana,
Foto: Tangkapan layar TikTok dennyindrayana99

Denny Indrayana, - Denny Indrayana tuding MK jadi alat pemenangan Pemilu 2024.

HELOINDONESIA.COM - Dalam beberapa hari ini, mantan Wamenkumham 2011-2014 Denny Indrayana terus menjadi sorotan warganet.

Cuitannya tentang bocoran MK bahwa Pileg 2024 mendatang akan menggunakan sistem proporsional tertutup.

Unggahan yang diposting Denny Indrayana pada Minggu (28/5/2023) kemarin membuat sejumlah pejabat tinggi negara murka.

Salah satunya Menko Polhukam Mahfud MD yang menyatakan bahwa Denny Indrayana dinilai telah membocorkan rahasia negara dan meminta Polri mengusut kebenaran kabar tersebut.

Baca juga: Bupati Dendi Bacakan Amanat Presiden Jokowi di Hari Kelahiran Pancasila

Warganet terus menanti kabar terbaru Denny Indrayana bocoran dalam bentuk apa terkait putusan tersebut. MK sendiri sudah menegaskan bahwa soal putusan sistem pemilu belum dibahas, apalagi diputuskan. 

Netizen dengan nama akun KakekHalal membongkar modus Denny Indrayana bikin heboh jagat maya.

Menurutnya, Denny Indrayana fix  pendukung SBY, Anies dan Prabowo.

"Yuk kita kenalan dengan sosok Denny Indrayana yang merupakan wakil menteri hukum dan HAM di era SBY yang saat ini lagi heboh diduga kuat melakukan tindakan membocorkan keputusan mahkamah konstitusi," tulis si KakekHalal dalam utas  yang dilihat Heloindonesia pada Kamis (1/6/2023).

Baca juga: Polresta Siaga Kerawanan Libur Panjang Hari Kesaktian Pancasila dan Waisak

Dia menegaskan, bila melihat dari rekam jejaknya  dia adalah sosok yang saat ini mendukung Anies menjadi presiden. 

"Kita juga tahu bahwa saat ini dia juga tinggal di Australia dan awalnya dia mengaku bahwa dia adalah sopir bus untuk bekerja mengisi tambahan duit di Australia," ujarnya.

Dia mengungkapkan kalau Guru Besar Hukum Tata Negara itu merupakan  salah satu pendiri dari Indonesian Court Monitoring dan pusat kajian anti korupsi fakultas hukum Universitas Gadjah Mada.

"Saat itu dia juga pernah menjadi staf khusus presiden bidang hukum oleh si SBY," ujarnya.

Ternyata, lanjutnya, Denny Indrayana ini adalah mantan koruptor yang disangkakan pada kasus pengadaan sistem payment gateway dalam pembuatan paspor online. 

Baca juga: Polresta Siaga Kerawanan Libur Panjang Hari Kesaktian Pancasila dan Waisak

"Ngomong-ngomong tentang anti korupsi ternyata dia adalah mantan koruptor," tambahnya.


Denny juga pernah mendukung Prabowo sandiaga Uno pada tahun 2019 silam. 

Dan dia adalah pengacara Prabowo-Sandi yang bertarung di mahkamah konstitusi untuk menggugat kemenangan Jokowi dan Ma'ruf Amin saat itu.

Menteri koordinator bidang politik hukum dan keamanan Bapak Mahfud MD mengatakan bahwa pernyataan Denny yang katanya mendapat informasi bahwa mahkamah konstitusi akan mengembalikan sistem pemilu legislatif ke sistem proporsional tertutup itu, sangatlah menjadi preseden buruk.

Mahfud MD pun bahkan mengatakan bahwa pernyataan itu bisa dikategorikan sebagai pembocoran rahasia negara dan kemudian meminta polisi untuk memeriksa Denny Indrayana. 

"Polisi seharusnya menyelidiki info A1 yang katanya menjadi sumber Denny agar tidak menjadi spekulasi yang mengandung fitnah," tambah Mahfud MD.

Baca juga: Wali Kota Eva Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Mabes Polri pun merespon permintaan Mahfud MB. Bahkan Polri siap menggelar perkara tudingan kebocoran yang dilontarkan Denny Indrayana.

Setelah itu, Denny Indrayana terkesan sempat ciut juga. Beberapa utasannya di Twitter dihapus.

"Dan pada akhirnya dia ngeles nggak karuan, ngoceh bahwa tidak ada kebocoran transaksi negara," ujarnya.

Informasi yang didapatkan dia anggap kredibel, namun dia tidak mengatakan bahwa dia membocorkan rahasia negara.