Helo Indonesia

Seorang WNI Tewas Dibunuh Perampok di Jepang, Tiga Lainnya Terluka

Satwiko Rumekso - Nasional -> Hukum & Kriminal
Senin, 4 November 2024 19:50
    Bagikan  
WNI Tewas
Istimewa

WNI Tewas - WNI tewas di Jepang

HELOINDONESIA.COM - Seorang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tewas terbunuh dalam sebuah perampokan di kota Isesaki, prefektur Gunma, Jepang. Tiga WNI lainnya terluka dalam peristiwa tersebut.

Menurut laporan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo, media lokal Jepang melaporkan peristiwa itu terjadi pada 3 November lalu. WNI yang terbunuh dan terluka dalam peristiwa itu adalah overstayer atau telah melampaui izin tinggal di Jepang.

"Terkonfirmasi bahwa benar seorang WNI dengan inisial A dinyatakan meninggal akibat luka tusuk, sementara tiga WNI lainnya dirawat di rumah sakit ... diduga merupakan korban perampokan," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Senin (4 Nov).

KBRI Tokyo juga telah menghubungi pihak keluarga dan berdasarkan data dan foto paspor telah dipastikan bahwa identitas korban telah sesuai. Penyelidikan masih terus dilakukan oleh kepolisian Isesaki untuk menangkap pelaku.

Baca juga: Denny Sumargo Datangi Rumah Farhat Abbas Ingin Dihajar, Kenapa?

"KBRI Tokyo akan terus berkoordinasi dengan Kepolisian Isesaki, khususnya berkaitan dengan otopsi, rencana pemulangan jenazah A, penanganan WNI yang luka dan proses penegakan hukum," ujar Kemlu RI.

Menurut keterangan kepolisian setempat, pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30, seorang perempuan yang tinggal di dekat TKP menelepon polisi dan berkata, “dua pria berdebat dengan keras dalam bahasa asing” di sebuah apartemen di Kamisuwa-cho, Isesaki.

Saat polisi tiba, mereka menemukan seorang WNI bernama Abdul Rohman (37) dalam kondisi tak sadarkan diri di sebuah rumah dekat apartemen. Dia segera dilarikan ke rumah sakit, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Abdul Rohman dikabarkan mengalami luka tusuk di bagian punggung. Seorang WNI lainnya yang berusia 24 tahun juga ditemukan tergeletak di kuburan dekat lokasi penemuan Abdul Rohman, dengan luka sayatan serius di kedua bahu.

Saat ini, kepolisian setempat sedang menyelidiki kejadian tersebut sebagai kasus pembunuhan dan percobaan pembunuhan.

Menurut laporan Nippon.com, angka kejahatan di Jepang memang meningkat setelah pandemi COVID-19 usai.

Pada 2023, angka kejahatan besar naik 29,8 persen di Jepang menjadi total 12.372 kasus. Termasuk dalam kejahatan ini adalah pembunuhan, perampokan, pembakaran, pemerkosaan dan penyerangan, serta penculikan dan perdagangan manusia.***