Helo Indonesia

Wanita Tewas di Hotel Semarang Ternyata Dicekik Penjual Siomay, Tersinggung Dibilang Gemuk

Senin, 11 November 2024 19:34
    Bagikan  
Wanita Tewas di Hotel Semarang Ternyata Dicekik Penjual Siomay, Tersinggung Dibilang Gemuk

Gelar kasus pembunuhan wanita di salah satu hotel yang digelar Mapoltabes Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Polisi dengan cepat berhasil mengungkap penemuan mayat wanita di kolong tempat tidur di sebuah hotel di Jalan Agus Salim Semarang Sabtu 8 November 2024 lalu. Pada Minggu (10/11) pukul 01.00 WIB atau kurang dari 24 jam sejak mayatnya ditemukan, penjual siomay EP (22) ditangkap karena menjadi pelaku kematian wanita yang belakangan diketahui sebagai pekerja seks komersial itu.

Tersangka EP yang berbadan gempal dan berambut keriting itu dicokok polisi di Terminal Boyolali.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, mengungkapkan, awalnya EP memesan layanan melalui aplikasi Michat.

Namun saat memesan korban bernama NJSU (25) melalui aplikasi Michat dengan harga Rp 500 ribu pada Kamis sore 7 November 2024, dirinya kaget karena ternyata gadis yang dia pesan berbeda dengan foto di aplikasi.

''Meskipun demikian, transaksi tetap dilakukan,” ujar Irwan dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Senin 11 November 2024.

Menurut pelaku, dia heran mengapa yang datang berbeda dengan foto di aplikasi.
''Awalnya saya bilang ke korban, kok beda sama yang diaplikasi, ini gemuk di aplikasi enggak. Sempat saya nggak jadi (berhubungan) dan saya kasih Rp 100 ribu. Tapi dia menolak karena sudah jauh-jauh datang,” kata pelaku yang dihadirkan saat gelar kasus.

Usai melakukan hubungan intim dan memberikan uang yang sudah dijanjikan tersangka, korban kemudian mandi.

Baca juga: 111 Mahasiswa FTP USM Ikuti Workshop Orientasi Industri di Jawa Timur

Setelah itu, berkomentar dengan kalimat yang menyinggung perasaan tersangka. EP langsung emosi dan menganiaya korban dan kemudian mencekik leher korban hingga tewas.

“Saya tersinggung dikatain ‘wong lemu (gemuk) kok open BO mas’. Lalu saya emosi dan mencekik korban di kamar mandi kurang lebih lima menitan hingga meninggal,” kata Eko yang juga memiliki istri dan anak satu.

Setelah mengetahui bahwa korban tewas, dirinya menyebut sempat tiduran sambil merokok dan menonton televisi.

Pada malamnya, dirinya berinisiastif memasukkan korban ke dalam kolong tempat tidur agar tidak langsung diketahui petugas hotel.

“Saya dorong pakai kaki. Paginya saya pamit sama pegawai hotel untuk sarapan, lalu saya naik angkot ke Terboyo terus hendak pulang ke Kaliwungu. Saat di Terminal Boyolali itu lagi ngopi, terus ketangkap itu,” katanya

Baca juga: KPK Gelar Matrikulasi bagi Jurnalis, Tingkatkan Pemahaman Regulasi dan Prosedur Penanganan TPK