Catatan Kasus Ledakan Petasan Balon Udara di Ponorogo, Dari Tahun Ketahun

Jumat, 24 Mei 2024 05:18
Semarak festival balon udara di Wonosobo. Foto: dok Disparbud Wonosobo Semarak festival balon udara di Wonosobo. Foto: do

HELOINDONESIA.COM - Tradisi menerbangkan balon di Ponorogo memang sudah lama terjadi wilayah Ponorogo, begitu juga dengan tradisi meledakan petasan saat Lebaran.

Awalnya menerbangkan balon dan meledakan petasan sebagai ungkapan kegembiraan bagi masyarakat untuk merayakan Lebaran.

Menerbangkan balon udara pada awalnya hanya biasa saja, jarang menyertakan petasan, kalau toh ada hanya satu dua itupun bukan petasan besar yang menggetarkan.

Baca juga: Nah Lo! Pemberi Iuran Petasan-Balon Meledak di Muneng Ponorogo Juga Jadi Tersangka

Balon udara yang diterbangkan semula bukan karena ledakannya, namun keindahan balonnya yang terbuat dengan ketas 'minyak' warna warni yang cantik.

Namun dalam perkembangan, karena semakin langka dan mahalnya kertas 'minyak', masyarakat kemudian membuat terobosan baru dengan membuat balon udara berbahan plastik.

Balon udara berbahan plastik memang tidak cantik, dan tidak indah ketika terbang di udara, namun masyarakat tidak kurang akal, dengan menghiasi ledakan balon plastik dengan petasan.

Baca juga: Korban Meninggal Petasan Balon di Muneng Ponorogo Diketahui Wisudawan Fafidz Quran SMP 1 Balong

Hingga masyarakatpun selalu tidak puas dengan petasan yang menghiasi balon-balon plastik itu, hingga mereka berlomba-lomba membuat petasan dengan ledakan lebih besar, hingga berbuah petaka.

Namun pada tahun-tahun belakangan pembuatan balaon dan petasan dibuat sedemikian pula dengan daya ledak semakin menakutkan.

Bahkan dari tahun ke tahun kebiasaan masyarakat dalam menerbangkan balon dan dan membuat petasan dari tahun ke-tahun semakin tak terkendali.

Belum lagi adanya gangguan di udara, akibat balon udara yang terbang tinggi, yang ternyata mengganggu penerbangan di sekitar kawasan itu.

Baca juga: Korban Ledakan Mercon Ponorogo, Anak di Bawah Umur, Bupati Ponorogo Ajak Warganya Tinggalkan Aktivitas Bahayakan Nyawa

Maka kemudian lahirlah peraturan dan petugas kepolisian di sekitar wilayah Madiun semakin memperketat pengawasan balon udara.

Khususnya di wilayah hukum Polres Ponorogo, operasi terkait balon udara dan petasa terus dilakukan dengan ketat, apalagi ketika hari raya Lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha.

Namun ternyata dengan operasi yang dijalankan, diam-diam masyarakat masih tetap memproduksi balon udara dan petasan, hingga belakangan ini beberapa ledakan kembali terjadi.

Baca juga: Geger Mercon Meledak Lagi di Ponorogo, Kini Tujuh Warga Harus Berurusan Dengan Polisi

Berikut ledakan petasan untuk menghias balon udara yang terjadi dari tahun ke tahun, yang diketahui oleh petugas kepolisian setempat:

Ledakan Senin 13 Mei 2024
Petasan meledak terlebih dahulu saat balon belum bisa terbang di Desa Muneng, Kecamatan Balong, Ponorogo, menewaskan Ilham Nugroho, pelajar SMPN 1 Balong.

Selain menewaskan seorang remaja, juga melukai 4 orang lainnya dan akhir dari peristiwa itu Polres Ponorogo juga menetapkan 14 orang sebagai tersangka kasus ledakan petasan.

Baca juga: Waduh! Polres Ponorogo Usut Kasus Ledakan Mercon Balon Udara di Desa Muneng Balong, yang Menyebabkan 4 Warga Luka

Ledakan Rabu, 15 Mei 2024.
Ledakan saat meracik petasan untuk menaikan balon udara di Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Akibat peristiwa itu 2 orang luka berat dan ringan, meledak saat meracik, sementara pasca ledakan 5 orang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dari 5 warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, 4 diantaranya merupakan anak dibawah umur sedangkan satu orang dewasa atas nama Muhammad Nawawi (21).

Ledakan 15 Mei 2020
Ledakan petasan terjadi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon Ponorogo, menyebabkan 1 orang tewas dan 8 orang luka-luka.

Kejadiannya korban membawa petasan yang dibuat 'menjen' atau tidak mau meledak ke dalam teras rumah, korban memperbaiki dengan cara menekan dengan alat obeng hingga terjadi ledakan.

Baca juga: Kapokmu Kapan! Korban Ledakan Balon Udara di Muneng Ponorogo Luka Bakar di Sekitar Alat Vital

Ledakan Minggu 1 Mei 2022
Kasus ledakan petasan terjadi di Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabuoaten Ponorogo Minggu (1/56/2022) melukai Muhammad Taufiq (29) warga setempat.

Seorang warga kehilangan tangan kanan dan kiri dan luka parah di bagian kaki korban akibat petasan yang meledak, diketahui korban merakit petasan di dalam rumahnya.

Ledakan 28 April 2021
Ledakan pertasan balon di Dusun Ngasinan, Sukorejo, Ponorogo
2 orang kakak beradik tewas, meledak saat meracik membuat petasan untuk menaikan balon udara.

Sebanyak 2 orang tewas yakni kakak beradik Sunardi dan Samuri tewas dalam ledakan itu, hingga salah satu tubuhnya hancur berkeping-keping.

Ledakan terjadi setelah korban menggunakan mesin mixser saat mencambur bahan peledak yang menimbulkan gesekan panas hingga meledak.

Ledakan dasyat menumbulkan kehancuran beberapa bagian rumah, tubuh korban hancur hingga semburat diradius hingga 100 meter.

Baca juga: Ipong dan Sugiri Akan Bersaing di Pilkada Ponorogo 2024, Anda Memilih Siapa?

Ledakan 5 April 2022
Ledakan mercon terjadi di Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal Ponorogo menyebabkan 3 jari tangan kanan putus, korban membawa petasan ke persawahan sebenya 2 petasan.

Sementara untuk menjerat pelaku pelanggara petasan hingga balon udara petugas kepolisian menjerat peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

Barang siapa Membuat, membunyikan Mercon/ petasan melanggar UU No.12 / Darurat / 1951 ancaman hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun pasal 187 KUHP.

Dan barang siapa Menerbangkan Balon udara tanpa awak melanggar UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp500.000.000. **

Berita Terkini