Viral Oknum Guru di Kendal Selingkuh Digerebek Warga, Jika Terbukti Disdikbud Siapkan Sanksi Tegas

Senin, 8 September 2025 21:49
Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Viral sejumlah warga dikabarkan menggerebek rumah perempuan yang diketahui merupakan seorang Guru Bimbingan Konseling (BK) di salah satu sekolah SMPN di Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Sabtu 6 September 2025 lalu.

Penggerebekan dilakukan warga lantaran perempuan berinisial YPK(41) tersebut membawa tamu pria berinisial HT(37) yang diketahui juga mengajar di sekolah yang sama sebagai Guru Olahraga ke dalam rumahnya di perumahan Desa Botomulyo, Cepiring dengan posisi rumah terkunci selama kurang lebih 1 jam.

Baca juga: Polisi Ungkap Kasus Perampokan di Kantor BPRS Purbalingga, Motif Pelaku karena Ekonomi

EHS yang saat ini masih berstatus suami sah YPK saat dikonfirmasi menjelaskan saat kejadian penggrebegan tersebut dirinya tengah berada di luar kota. Namun sebelum penggrebegan warga telah memohon izin kepada dirinya.

"Saya kerja kan di Temanggung, dan 2 hari sekali pulang. Tahu-tahu kunci pintu rumah sudah diganti. Yaitu 3 bulan ini sudah tidak bisa pulang lagi karena kunci rumah diganti sama istri saya. Jadi saya pas penggerebekan itu posisi di Yogyakarta, tiba-tiba warga menelpon saya meminta izin menggerepyok istri saya karena katanya sudah sering memasukkan laki-laki," katanya, Senin 8 September 2025.

EHS mengungkapkan, menurut penuturan warga, saat warga mengetuk pintu yang pertama, pintu tidak dibuka. Namun setelah menunggu beberapa saat dan mencoba mengetuk lagi pintu rumah, kemudian tidak lama YPK keluar dari rumah tersebut tetapi buru- buru pamit pergi menggunakan motor milik HT, dengan alasan ada urusan mendesak menjemput adiknya yang datang dari Jakarta.

“Tapi katanya warga masih mencurigai kalau di dalam rumah masih ada HT yang bersembunyi. Kemudian warga berinisiatif untuk mematikan listrik dan air PAM dengan niat membuat HT tidak nyaman di dalam persembunyiannya. Benar saja, tidak lama setelah itu, HT keluar dari rumah dan langsung diinterogasi oleh warga,” tuturnya.

Bahkan, lanjut EHS, HT juga sempat berbohong mengenai identitasnya, dan mengaku, kerumah itu hanya mengantarkan makanan untuk YPK.

Atas kejadian tersebut, EHS telah menyerahkan sepenuhnya kepada Polsek Cepiring dan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

"Saya sudah laporkan ke Polisi. Selama ini kan rumah itu kosong karena YPK tinggal dirumah orangtuanya. Dan pas penggrebegan itu kata warga tempat tidurnya berantakan dan ada bau keringat. Sprei yang ada bercak juga disita polisi untuk barang bukti," ungkapnya.

Baca juga: Pejuang Kemanusiaan Romo Mangun Diabadikan Menjadi Nama Jalan di TPA Jatibarang

Terpisah, Kepala SMP tempat keduanya mengajar, Sutrisno menyatakan, pihaknya telah memanggil kedua guru yang digerebek warga lantaran diduga melakukan perselingkuhan.

"BAP kami tunda karena yang bersangkutan masih di BAP di Polsek Cepiring. Tapi tadi malam sudah kami panggil dua-duanya dan sudah kita konfirmasi," terangnya.

Diproses

Ia menyebut yang bersangkutan telah mengaku berada di rumah tersebut saat digerebek warga. Namun menurutnya hanya untuk mengantarkan makanan.

"Cuma katanya ya sebatas mengantar makanan 7 bulanan dari sekolah. Kalau di sekolah selama ini wajar saja tidak ada yang istimewa," imbuhnya.

Disisi lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, pihaknya akan melakukan proses BAP sesuai ketentuan yang berlaku. Dan jika yang bersangkutan terbukti melakukan perbuatan asusila maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang ada.

"Kita sesuaikan dengan aturan kepegawaian yang ada. Kita akan melakukan pemerikasaan berjenjang. Kita masih menunggu dari sekolah dulu baru akan kita tindak lanjuti lagi. Sanksi terberat akan diberhentikan dengan tidak hormat atau pemecatan," pungkasnya. (Anik)

 

Berita Terkini