BANYUWANGI, HELOINDONESIA.COM -- Menyikapi polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Sukoharjo, Jawa Tengah, ketua umum organisasi kemasyarakatan lintas agama, suku dan budaya PNIB Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) mengajak masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persaudaraan, dan mengedepankan tabayyun.
Jangan sampai informasi yang belum utuh menimbulkan prasangka dan memperuncing hubungan antara masyarakat, umat islam, pondok pesantren, dan Kepolisian Republik Indonesia, ujarnya
Dia memahami kekhawatiran para orang tua, santri, dan pengasuh pondok pesantren. Keluhan yang disampaikan keluarga dan pihak pondok pesantren Hamalatul Qur'an wajib dan perlu didengar dengan sungguh-sungguh dan ditindaklanjuti secara terbuka, katanya.
Pada saat yang sama, Polri mempunyai tanggung jawab mengusut dugaan tindak pidana dan melindungi seluruh masyarakat Indonesia tanpa pandang bulu. Mari kita berikan ruang kepada kepolisian untuk bekerja secara profesional, berdasarkan bukti, dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah dan hak asasi manusia setiap warga negara, papar Gus Wal.
Kepada masyarakat, hindari hoax, provokasi dan adu domba. Para Ulama', Kyai dan Pengasuh Pondok pesantren, dan kepolisian perlu terus berdialog agar persoalan ini diselesaikan dengan jernih. "Kita mendukung penegakan hukum yang adil, arif dan bijaksana menjaga martabat pondok pesantren, dan memastikan seluruh santri, warga masyarakat mendapat perlindungan," terang Gus Wal.
Semoga Allah SWT memberikan kejernihan hati dan kebijaksanaan kepada kita semua untuk menjaga kedamaian dan persatuan, menegakkan keadilan dengan seadil adilnya dan menjunjung tinggi persaudaraan sesama warga negara, pungkas Gus Wal. (Rls)