✕

Hujan Es Guyur Lampung Barat, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Minggu, 1 November 2026 17:53
Ilustrasi HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Hujan deras disertai butiran es kembali mengguyur wilayah Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (1/11/2026) sore. Fenomena yang terjadi sekitar pukul 15.10 WIB itu mengejutkan warga ketika butiran es berjatuhan dan menimbulkan suara berisik saat menghantam atap kendaraan dan bangunan.

Peristiwa berjatuhannya butiran es sebesar kuku jempol bertaburan di halaman ini kembali mengingatkan warga Liwa terhadap cuaca ekstrem yang pernah melanda kawasan tersebut. Meski hujan es relatif jarang terjadi, fenomena serupa bukan kali pertama tercatat di Lampung Barat. 

Tahun lalu, hujan es juga terjadi di wilayah Balik Bukit pada Senin (29/9/2025). Saat itu, hujan deras disertai angin kencang dan petir menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan, gangguan listrik, dan genangan di sejumlah titik.

Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian hujan es dan angin kencang tersebut merupakan fenomena berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang sangat kuat.

Dua tahun sebelumnya, fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Batu Ketulis pada 30 Oktober 2024. Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Lampung Barat.

Awan Cumulonimbus Jadi Pemicu

Secara meteorologis, hujan es dapat terbentuk ketika awan Cumulonimbus berkembang secara intensif dan memiliki arus udara naik (updraft) yang kuat. Arus tersebut mendorong butiran air ke bagian awan yang bersuhu di bawah titik beku.

Butiran air kemudian membeku dan dapat membesar melalui proses berulang di dalam awan sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi ketika cukup berat untuk mengatasi arus udara yang menahannya.

Hujan es sering muncul bersamaan dengan hujan lebat, petir, dan angin kencang. Meski biasanya berlangsung singkat dan hanya melanda wilayah terbatas, dampaknya dapat merusak atap rumah, kendaraan, tanaman, hingga membahayakan orang yang berada di luar ruangan.

BMKG sebelumnya juga menjelaskan bahwa kondisi atmosfer regional, kelembapan udara, serta faktor lokal berupa topografi perbukitan Lampung Barat dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif yang kuat.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Pada Minggu (1/11/2026), BMKG Lampung mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca pukul 16.00 WIB. Peringatan tersebut menyebutkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang mulai sekitar pukul 16.10 WIB.

Wilayah yang masuk dalam peringatan itu antara lain Kecamatan Balik Bukit, Batu Brak, Sukau, dan Lumbok Seminung di Kabupaten Lampung Barat. Peringatan berlaku hingga pukul 19.00 WIB.

Peringatan tersebut merupakan indikasi potensi cuaca berbahaya, bukan konfirmasi bahwa hujan es akan terjadi di seluruh wilayah yang disebutkan. Masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi karena kondisi atmosfer dapat berubah dalam waktu singkat.

Warga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang, menjauhi papan reklame dan bangunan yang berpotensi roboh, serta berlindung di dalam bangunan yang kokoh ketika hujan es disertai petir melanda.

Pengendara juga disarankan menepi di lokasi aman apabila hujan lebat mengurangi jarak pandang. Hindari berlindung di bawah pohon atau dekat jaringan listrik.

Fenomena hujan es di Liwa menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca tidak selalu berlangsung secara bertahap. Di tengah peralihan musim, hujan yang semula biasa dapat berkembang menjadi cuaca ekstrem dalam waktu relatif singkat.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan pengamatan kasatmata, tetapi juga memantau prakiraan dan peringatan dini BMKG. Kewaspadaan diperlukan bukan semata-mata karena butiran es yang jatuh dari langit, melainkan juga karena potensi bahaya lain yang dapat menyertainya. (HBM)

Berita Terkini