HELOINDONESIA.COM - Serangan mendadak yang dilakukan oleh pasukan Hamas ke Israel menggunakan senjata roket di wilayah jalur Gaza pada Sabtu (7/10/2023).
Dengan serangan tersebut, pasukan bersenjata dari pejuang militan Palestina melakukan serangan secara bersamaan dengan masuk ke pagar pembatas keamanan.
Serangan pasukan Hamas ke Israel ini terjadi pada pukul 06.30 waktu setempat.
Penembakan senjata roket besar-besaran tersebut diarahkan ke seluruh Israel bagian selatan.
Baca juga: Edi Darmawan, Ayah Mirna Salihin Ungkap Tertipu oleh Netflix Gara-gara Dokumenter Ice Cold
Dengan adanya serangan tersebut, terdengar suara sirene di wilayah Tel Aviv hingga Beersheba.
Serangan tersebut berfungsi sebagai pengalihan untuk infiltrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Militer Israel mengatakan pada pukul 07.40 pagi, orang-orang bersenjata Palestina telah menyeberang ke Israel.
Sebagian besar pejuang Hamas berhasil menerobos pagar penghalang keamanan yang memisahkan wilayah Gaza dan Israel.
Pihak Hamas mengklaim, mereka telah menembakkan 5.000 roket dalam serangan pertama.
Namun dari pihak militer Israel mengatakan bahwa hanya ada 2.500 roket yang ditembakkan.
Dampak serangan tersebut, terlihat beberapa bangunan roboh dan asap mengepul di kawasan permukiman Israel.
Baca juga: Berharap Turun Hujan, Warga Desa Kemiriombo Gelar Salat Istisqa dan Ritual Perang Cendol
Terlihat orang-orang berlarian dan berlindung di balik bangunan ketika sirene berbunyi.
Dari serangan tersebut, Media berita Israel melaporkan sedikitnya 100 warga Israel tewas dan 1.200 lainnya luka-luka.
Sedangkan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan 232 warga Palestina meninggal dunia dan 1.697 orang lainnya luka-luka akibat konflik dengan Israel yang pecah pada Sabtu (7/10).