HELOINDONESIA.COM - Putrinya Tak Diberi Sebidang Tanah, Pemimpin PMC Wagner Mau Kudeta Rusia, Kadyrov: Anda Ditipu Negara Barat
Aksi tentara bayaran PMC Wagner yang membangkang dan disebut akan melakukan kudeta terhadap Pemerintahan Rusia diancam pemimpin tertinggi Rakyat Chechnya Ramzan Kadyrov.
Yevgeny Prigozhin, pemimpin PMC Wagner diingatkan Kadyrov untuk sadar dan jangan terprovokasi negara-negara Barat bahwa hanya karena persoalan bisnis menghancurkan rasa patriotisme bangsa Rusia.
Dalam tulisan yang dikutip dari akun telegram resmi Kadyrov95 menegaskan bahwa Para pejuang Kementerian Pertahanan dan Pengawal Rusia di Republik Chechnya telah berangkat ke zona ketegangan antara PMC Wagner dan tentara Federasi Rusia di Rostov-on-Don.
Baca juga: Polemik Al Zaytun, Panji Gumilang Dibidik Pidana, Pesantrennya Dibubarkan?
Pada Minggu (25/6/2023) malam, pasukan PMC Wagner terlihat meninggalkan markas Distrik Militer Selatan di Rostov-on-Don dengan membawa kendaraan militer dan amunisi mereka.
Tayangan itu di-posting langsung oleh akun telegram orchestra_w yang merupakan salah satu akun milik tentara PMC Wagner.
Dikabarkan, puncak kemarahan PMC Wagner dipicu dipidananya Yevgeny Prigozhin dan akan ditangkap.
"Saya pikir beberapa orang bisa dipercaya. Bahwa mereka dengan tulus mencintai Tanah Air mereka sebagai patriot sejati sampai ke sumsum tulang mereka," ucap Kadyrov.
Baca juga: Peluang dan Tantangan Bisnis Media Siber di Era AI
Kadyrov mengingatkan Prigot untuk meninggalkan ambisi bisnisnya dan tidak mencampurkannya dengan masalah kepentingan nasional.
"Saya pikir dia mendengar saya, tetapi ternyata kemarahan dalam dirinya selama ini hanya tumbuh. Rangkaian kesepakatan bisnis yang gagal menyebabkan kebencian yang mendalam dan bertahan lama pada pengusaha tersebut, yang mencapai puncaknya ketika pihak berwenang St. Petersburg tidak memberikan putrinya sebidang tanah yang diinginkan," ujarnya.
Kadyrov mengatakan bahwa kesombongan satu orang dapat menyebabkan konsekuensi yang berbahaya dan menarik banyak orang ke dalam konflik.
"Saya menyerukan kepada semua pejuang PMC untuk terus sadar dalam mengambil keputusan. Pikirkan tentang masa depan negara, tentang keluarga dan anak-anak Anda. Tindakan seperti itu dapat menyebabkan hasil yang menghancurkan," paparnya.
"Sekarang semuanya berakhir dengan damai, tanpa pertumpahan darah, tapi itu bisa saja terjadi. Tindakan ekstremnya adalah penindasan dan penghancuran yang keras terhadap siapa pun yang melanggar integritas Federasi Rusia," jelasnya lagi.
Kadyrov meminta kepada semua pejuang Rusia Jangan tertipu oleh provokasi Barat.
"Apa pun tujuan yang diberikan kepada Anda, apa pun janji yang diberikan kepada Anda, keamanan negara dan kohesi masyarakat Rusia di atas segalanya pada saat seperti itu! Lihat bagaimana musuh kita di Barat memanfaatkan situasi ini," tegasnya.
Kadyrov menyatakan bahwa pihak Barat terus melakukan banyak kebohongan yang membuat takut warga negara Rusia, menciptakan bahaya situasi yang tidak stabil.
Baca juga: Masuk Tiga Besar Kandidat Cagub DKI, Heru Budi Ogah Tanggapi Hasil Survei PSI
"Dan ini adalah konsekuensi yang diharapkan dari pawai berbahaya Prigozhin," tambahnya.
Kadyrov mengatakan bahwa pihaknya
akan melakukan segalanya untuk menjaga persatuan dan melindungi negara Rusia.
"Pemberontakan harus ditumpas, dan jika ini membutuhkan tindakan keras, maka kami siap!" tegasnya.
