Helo Indonesia

Kulit Kering hingga Sering Kram Otot, Berikut 9 Tanda Tubuh Kekurangan Gizi

Kamis, 14 Desember 2023 21:59
    Bagikan  
Tanda kekurangan gizi
ilustrasi

Tanda kekurangan gizi - Orang dewasa bisa mengalami kekurangan gizi

HELOINDONESIA.COM - Kekurangan gizi tidak hanya berhubungan dengan ibu hamil, bayi, dan anak-anak saja.

Kondisi ini juga bisa terjadi pada orang dewasa, bahkan mereka yang memiliki pola makan sehat.

Gejala kurang gizi yang paling umum terjadi seperti kepala terasa berkunang-kunang hingga tubuh letih, lemah, dan lesu.

Namun, ada sejumlah ciri-ciri tubuh kekurangan nutrisi lainnya yang mungkin Anda alami.

Berikut tanda-tanda tubuh kekurangan gizi yang harus diwaspadai.

Baca juga: Kendal Sabet Dua Penghargaan Penanganan Stunting Tingkat Nasional

1. Kulit kering

Selain faktor penuaan dan cuaca, masalah kulit kering bisa jadi tanda bahwa tubuh Anda kurang asupan gizi dari asam lemak omega-3.

Asam lemak omega-3 membantu menyehatkan jaringan lipid kulit, yakni lapisan minyak yang mengusir kuman dan racun berbahaya dan menjaga kelembaban alami kulit.

Sebuah studi dalam Journal of Clinical Medicine bahkan menunjukkan asupan omega-3 bisa membantu melindungi kulit terhadap risiko kanker kulit nonmelanoma.

Kita bisa menghindarinya dengan perbanyak makan makanan tinggi omega-3, seperti ikan tuna, salmon, mackerel, sarden, kacang walnut, dan chia seed.

2. Kulit pucat

Kulit pucat dan kusam yang bisa menjadi ciri-ciri tubuh mengalami kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi menyebabkan ukuran sel darah merah mengempis karena tidak mengandung banyak hemoglobin, yakni protein yang tersusun atas zat besi.

Berkurangnya ukuran sel darah merah ini terlihat pada rona kulit yang memucat, terutama di lapisan kelopak mata dan dinding dalam pipi.

Untung mencukupi kebutuhan gizi ini, Anda bisa mengonsumsi sumber zat besi seperti kacang lentil, daging sapi, dan sereal fortifikasi zat besi.

Baca juga: Kejati Kalteng Tetapkan 6 Orang Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Batu Bara untuk PT. PLN (Persero)

3. Sering kesemutan

Hampir setiap orang pernah mengalami sensasi geli menggelitik dan menusuk tiba-tiba di tangan atau kaki atau disebut juga kesemutan.

Kesemutan atau parestesia biasanya terjadi akibat tidak lancarnya aliran darah, seperti saat kita menyilangkan kaki atau duduk bersila terlalu lama.

Namun, sensasi tidak nyaman ini juga bisa terjadi akibat kekurangan asupan vitamin B, khususnya vitamin B6, vitamin B9, dan vitamin B12.

Kita bisa meningkatkan asupan vitamin B kompleks dengan menambahkan produk gandum utuh, bayam, kacang-kacangan, dan telur ke dalam menu makanan sehari-hari.

4. Bibir kering dan pecah-pecah

Jika bibir tampak sangat kering, pecah-pecah, terasa sakit, dan timbul retakan di sudut bibir, kondisi ini bisa menjadi ciri-ciri kurang gizi terutama dari vitamin B2.

Gejala kekurangan nutrisi ini akan mulai muncul begitu cadangannya sangat menipis.

Kekurangan vitamin B2 yang menyebabkan bibir kering dan pecah-pecah, biasanya akan disertai dengan lidah dan mulut bengkak.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu kerusakan saraf.

Untuk menghindarinya, kita dapat menambahkan lebih banyak riboflavin dalam menu makan dengan konsumsi kacang almond, salmon, brokoli, keju cheddar, dan telur.

5. Jerawatan

Pada umumnya kulit berjerawat terjadi ketika bakteri berkembang biak dalam pori-pori yang tersumbat oleh minyak, kotoran, dan sel kulit mati.

Namun ternyata gejala kurang gizi, terutama omega-3, juga bisa membuat rentan jerawatan yang lebih sulit dihilangkan.

Asam lemak omega-3 pada dasarnya punya sifat antiperadangan yang kuat.

Apabila tubuh kekurangan asupan omega-3, Anda mungkin akan lebih sering mengalami peradangan, salah satu gejalanya yakni kulit berjerawat.

Selain itu juga, manfaat asam lemak omega-3 dalam melindungi jaringan lipid dalam kulit juga berperan dalam mencegah jerawat semakin parah.

Baca juga: Mahfud MD Mengaku Tak Ada Persiapan Khusus Menghadapi Debat Kedua

6. Luka lama sembuh

Luka yang tak kunjung sembuh bisa menjadi ciri-ciri kurang gizi, terutama kekurangan protein.

Protein sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.

Kita bisa memperoleh protein dari sumber hewani, seperti daging merah, telur, susu, dan olahannya.

Namun, Anda perlu mengimbanginya dengan protein nabati dari kacang dan biji-bijian.

Perbanyak makan buah tinggi vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, pepaya, dan mangga juga bisa membantu mempercepat penyembuhan luka.

Sebuah artikel dalam British Journal of Community Nursing menunjukkan bahwa vitamin C berperan dalam tahapan penyembuhan luka, terutama pada sintesis kolagen.

7. Kuku rapuh

Ketika tubuh Anda mulai kehabisan persediaan zat besi dan vitamin B kompleks, terutama vitamin B7 (biotin) dan vitamin B2 (riboflavin), ini dapat menyebabkan kondisi kuku rapuh.

Biotin berfungsi memelihara pertumbuhan kuku sehingga kuku tumbuh tidak merata. Ada yang cepat panjang, ada pula yang pendek dan mudah patah.

Kekurangan biotin juga meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi jamur yang menyebabkan kuku terlihat menguning.

Sementara itu, kekurangan zat besi menyebabkan kuku tumbuh cekung ke luar layaknya permukaan sendok.

Kekurangan vitamin B2 juga dapat mengubah warna kulit menjadi kecokelatan.

8. Rambut rontok

Pada umumnya, rambut rontok sebanyak 50 hingga 100 helai dalam sehari. Namun, penipisan rambut yang berlebihan bisa menjadi tanda tubuh Anda kurang gizi.

Kekurangan vitamin C dan protein dapat menyebabkan penipisan akibat rambut rapuh, patah, bercabang, dan rontok dengan mudah.

Hal tersebut dikarenakan vitamin C dan protein membantu produksi kolagen, salah satu nutrisi penting dalam pertumbuhan rambut.

Biotin juga memainkan peran dalam menjaga kesehatan rambut. Maka dari itu, kekurangan biotin juga bisa menyebabkan kerontokan rambut.

Baca juga: Nahdliyyin United Apresiasi PBNU Berhentikan Nusron Wahid dan Gus Falah, Berharap NU Struktural dan Banom NU Juga Netral di Pilpres 2024

9. Sering kram otot

Apabila Anda terus-terusan mengalami kekakuan otot atau kram otot, bahkan saat aktif bergerak, ini bisa menandakan bahwa tubuh kekurangan magnesium.

Ciri-ciri dari tubuh yang kurang asupan gizi ini termasuk wajah kedutan, kurang tidur, dan nyeri kronis.

Kekurangan magnesium bisa terjadi jika Anda terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda, camilan bergula tinggi, hingga minuman berkafein.

Minuman bersoda yang mengandung fosfat akan mengikat magnesium dalam saluran pencernaan.

Sementara itu, gula dan kafein menyebabkan ginjal membuang banyak magnesium lewat urine.

Kita bisa memperoleh magnesium dengan makan pisang, kacang almond, dan sayuran hijau.