Helo Indonesia

Gelar SLCN Jateng di Rembang, BMKG Dorong Produktivitas dan Keselamatan Nelayan

Minggu, 21 Juni 2026 20:02
    Bagikan  
Gelar SLCN Jateng di Rembang, BMKG Dorong Produktivitas dan Keselamatan Nelayan

Kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Rembang yang digelar BMKG

REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Guna menekan angka kecelakaan laut dan meningkatkan produktivitas hasil tangkapan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan edukatif ini dipusatkan di Wavi Joglo, Kabupaten Rembang, Sabtu 20 Juni 2026.

Lewat program ini, ratusan nelayan dan masyarakat pesisir digembleng agar tidak lagi sekadar mengandalkan ilmu titen atau tanda alam, melainkan mampu membaca dan memanfaatkan data cuaca maritim secara akurat guna mendukung keselamatan serta efektivitas saat melaut.

Baca juga: Ketum Pawon Semar: Di Bawah Wali Kota Agustina, Keharmonisan Budaya Semarang Kian Menguat

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat pesisir dan nelayan dari berbagai wilayah. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai cuaca maritim, gelombang laut, hingga pemanfaatan informasi cuaca yang disediakan BMKG secara daring.

Mewakili Bupati Rembang Harno, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, Mochammad Sofyan Cholid, menyampaikan bahwa program SLCN sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Rembang dalam meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan nelayan.

Menurutnya, kemampuan membaca informasi cuaca akan membantu nelayan merencanakan aktivitas melaut secara lebih efisien sehingga dapat menekan biaya operasional sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan kerja di laut.

“Inikan bisa mengurangi biaya operasional. SLCN ini juga bisa untuk keselamatan nelayan, pemerintah daerah ini juga berpikir bagaimana nelayan ini selamat melalui asuransi, dengan bekerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan , ini peran dari Pemerintah,” pungkasnya.

Peran Penting

Sementara itu, Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, menegaskan bahwa informasi meteorologi maritim memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan dan kesejahteraan nelayan.

Menurutnya, nelayan yang memahami informasi cuaca akan lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem maupun gelombang tinggi saat berada di laut.

“Informasi cuaca maritim tidak hanya berkaitan dengan keselamatan, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan karena aktivitas melaut menjadi lebih efektif,” katanya.

Achadi menambahkan, keberhasilan program edukasi cuaca maritim membutuhkan dukungan berbagai pihak. Karena itu, BMKG mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Rembang yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia berharap sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir dapat terus diperkuat agar informasi cuaca semakin mudah diakses dan dimanfaatkan oleh nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Hadir di Jogja Marathon 2026, Ahmad Luthfi Dorong Daerah Perbanyak Event Sport Tourism

Anggota Komisi V DPR RI, Harmusa Oktaviani, mengatakan Kabupaten Rembang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan SLCN karena memiliki jumlah nelayan yang cukup besar dan aktivitas perikanan yang tinggi. Menurutnya, masih banyak nelayan yang mengandalkan pengalaman dan tanda-tanda alam dalam memprediksi kondisi cuaca.

“Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini, kami ingin nelayan semakin terbiasa menggunakan informasi resmi dari BMKG sehingga dapat melaut dengan lebih aman dan terencana,” ujarnya.

Harmusa menjelaskan, BMKG saat ini telah menyediakan berbagai layanan informasi cuaca maritim yang dapat diakses secara real time. Informasi tersebut dapat menjadi acuan bagi nelayan dalam menentukan waktu keberangkatan maupun memperkirakan kondisi perairan.

Ia berharap edukasi semacam ini mampu mengurangi risiko kecelakaan laut sekaligus membantu nelayan meningkatkan produktivitas karena dapat menyesuaikan aktivitas penangkapan ikan dengan kondisi cuaca.

Program serupa, lanjut Harmusa, akan terus dilaksanakan di sejumlah daerah pesisir lainnya secara bergantian. Setelah Rembang, kegiatan berpotensi digelar di wilayah Pantura lainnya seperti Kabupaten Pati.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak nelayan di Kabupaten Rembang yang memanfaatkan informasi cuaca maritim secara optimal. Selain meningkatkan keselamatan saat melaut, pemanfaatan informasi cuaca juga diharapkan dapat mendukung efisiensi biaya operasional dan peningkatan hasil tangkapan nelayan. (Aji)