Helo Indonesia

Tips Cara Menghilangkan Bekas Eksim yang Menghitam

Ratu Mandiri - Ragam -> Kesehatan
Selasa, 25 Juni 2024 17:44
    Bagikan  
pinterest

-

HELOINDONESIA.COM - Bekas eksim yang menghitam sangat menganggu penampilan. Selain menyebabkan gatal dan kulit kering, eksim (dermatitis atopik) juga menimbulkan bekas luka yang menjadi masalah baru bagi penderitanya. Bekas luka eksim sering kali tampak gelap, menebal, atau begitu lebar hingga mengganggu kenyamanan.

Ada beragam cara memulihkan kulit yang luka akibat eksim, mulai dari metode alami hingga yang melibatkan prosedur medis. Cara apa pun yang kamu pilih, pastikan kamu sudah berkonsultasi dengan dokter untuk memahami manfaat dan efek sampingnya.

Kunci dari menghilangkan bekas eksim yaitu kamu harus menjaga kelembapan kulit untuk mencegah gatal, pecah-pecah, dan penebalan kulit.

Dibawah ini tips menghilangkan bekas eksim.

Pertama, hentikan kebiasaan menggaruk bekas eksim.

Cara ini mungkin sederhana, tapi pengaruhnya besar dalam penyembuhan bekas luka eksim. Pasalnya, kebiasaan menggaruk lambat laun akan mengiritasi kulit, membuat kulit pecah-pecah dan menebal, serta menyebabkan kerusakan yang lebih jauh lagi.

Untuk berhenti menggaruk, cobalah mengompres kulit yang bermasalah dengan waslap yang dibasahi air dingin. Anda juga bisa mencubit lembut area kulit di sekitar eksim untuk meredakan gatal sedikit demi sedikit.

Kedua, menggunakan pelembap.

Pemakaian pelembap memang bukanlah cara yang akan menghilangkan bekas eksim secara langsung. Akan tetapi, pelembap dapat menjaga kulit agar tidak kering. Kulit yang kering adalah sumber rasa gatal yang membuat Anda ingin terus menggaruk.

Pilihlah pelembap tinggi kandungan minyak yang tidak mengandung alkohol, parfum, dan zat kimia lainnya. Produk pelembap tertentu bisa saja menjadi pemicu dermatitis kontak pada orang yang sensitif. Jadi, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter.

Ketiga, mengoleskan gel yang mengandung silikon

Gel mengandung silikon dapat membantu mengurangi ukuran dan warna bekas luka eksim. Saat dioleskan pada kulit, gel silikon akan berikatan dengan jaringan kulit dan menciptakan tegangan pelindung pada permukaan kulit.

Bekas luka eksim terbentuk dari jaringan kolagen yang menumpuk. Lapisan pelindung silikon diyakini dapat menyusutkan tumpukan kolagen dan memperbaiki pembuluh darah yang rusak. Hasilnya, bekas luka mengecil dan warnanya perlahan pulih.

Kelima, suntikan steroid. 

Dokter terkadang menghilangkan bekas eksim yang membentuk keloid dengan cara menyuntikkan steroid.

Steroid bekerja dengan menguraikan serat-serat kolagen yang membentuk bekas luka sehingga permukaan kulit perlahan menjadi rata kembali.

Selain itu, steroid juga bisa meredakan peradangan pada kulit. Hal ini akan membantu mengurangi gejala eksim seperti bengkak, gatal, dan kemerahan. Anda bisa menjalani perawatan ini dengan berkonsultasi ke dokter terlebih dulu.

Keenam, menggunakan teknik dermabrasi.

Dermabrasi merupakan prosedur untuk meratakan kembali permukaan kulit. Prosedur ini bisa mengatasi berbagai keluhan pada kulit seperti garis-garis halus, keriput, serta bekas luka akibat jerawat, operasi, dan eksim.

Dermabrasi dilakukan dengan alat khusus yang mengikis lapisan luar kulit Anda. Kulit nantinya akan tumbuh kembali dan membentuk permukaan yang lebih halus. Selama pemulihan, kulit mungkin jadi lebih sensitif dan harus terlindung dari sinar matahari.

Ketujuh, perawatan laser.

Terapi laser mungkin dianjurkan apabila cara lainnya tidak membuahkan hasil. Dokter biasanya juga menyarankan cara ini untuk menghilangkan bekas eksim yang berubah warna atau menghitam.

Dalam perawatan laser untuk bekas luka terdapat dua cara, yakni:

Pertama, pulsed dye laser therapy

Terapi ini dilakukan dengan memancarkan sinar berenergi tinggi pada bekas eksim. Energi dari sinar laser akan menyusutkan pembuluh darah pada jaringan luka hingga terurai. Dengan begitu, warna jaringan luka akan kembali menyerupai kulit asalnya.

Kedua, fractional carbon dioxide laser therapy.

Terapi ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk merangsang pengelupasan sel kulit mati dan perbaikan jaringan kulit. Sinar yang digunakan terfokus pada titik-titik kecil kulit, jadi pemulihannya akan lebih cepat dibandingkan terapi laser sebelumnya.