HELOINDONESIA.COM - Jamu bukan hanya warisan budaya nusantara. Tapi juga menjadi masa depan kesehatan Indonesia yang siap bersaing di panggung dunia.
Ketika jamu disebut warisan, seakan-akan menjadi musuh. Karena itu, saat ini jamu diberikan di tempat terhormat sehingga mendapat beberapa keberhasilan, meskipun banyak rintangan yang dihadapi ke depannya.
Salah satu keberhasilan tokoh-tokoh jamu Indonesia adalah adanya pengakuan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia asli Indonesia pada 6 Desember 2023.
Tentu saja ini merupakan salah satu langkah yang baik untuk kebangkitan jamu Indonesi. Bukan hanya di tataran nasional saja, tapi juga tataran global.
Baca juga: Karyawan PTPN I Regional 7 Rutin Donor Darah Paling Banyak
“Menggali dan memperdayakan potensi jamu ini sebagai pilar utama dalam pengembangan wellness tourism global,” jelas Mayor Jenderal TNI (Purn) Dr Daniesl Tjen Sp.N, Ketua Umum Dewan Jamu Indonesia dalam webinar yang diselenggarakan Indonesia Wellness Tourism International Festival 2024 (IWTIF 2024) pada Rabu (20/11/2024).
Mantan Kepala Pusat Kesehatan TNI tahun 2013 ini mengungkapkan bahwa ia banyak belajar tentang jamu dari para tokoh jamu Indonesia seperti Charles Saerang, Jaya Suprana dll.
“Dalam rangka wellness tourism, menjadikan jamu sebagai jembatan tradisi dengan inovasi untuk mencukupi kebutuhan, bukan hanya tingkat nasional tapi juga tingkat global,” tambahnya.
Menurutnya, jamu itu memiliki definisi yang sangat beragam. “Jamu itu berasal dari kata jati usodo. Usodo itu wellness, jati style. Walau pun sebenarnya mempunyai termal berbeda di setiap daerah. Saya pernah menjelajahi selama berdinas bahwa setiap daerah memiliki terminologi berbeda tentang. Misalnya di Bali, bukan jamu tapi lolo,” jelasnya.
Baca juga: Florence Pugh Bekukan Sel Telurnya pada Usia 27 Tahun setelah Diagnosis Medis
Jamu itu sendiri, lanjutnya, ada beberapa komponen. Komponen pertama ada ramuan untuk wellnessnya. Kedua stylenya untuk kesehatan dan kebugaran manusia.
Jadi secara definisi, jamu merupakan tradisi kesehatan berbasis ramuan herbal khas Indonesia yang sudah diwariskan turun-temurun.
Sementara komponen utama dari jamu itu berupa bahan alami (herbal, rempah-rempah), metode tradisional, dan filosofi holistik.
“Jamu memiliki nilai unik. Yakni kombinasi kesehatan fisik, keseimbangan mental, dan kebijaksanaan spiritual,” jelas Dr Daniel Tjen.
Baca juga: Kahyangan Skyline Wonosobo, Menikmati Panorama Telaga dan Gunung dari Atas Bukit
Diungkapkan Dr Daniel Tjen, jamu itu sudah dimanfaatkan sejak jaman pra sejarah. Warisan ibu-ibu kepada anak-anaknya, kemudian dimanfaatkan tetangganya.
“Karena budaya kita kebanyakan budaya lisan. Sehingga tidak banyak yang terekam dalam catatan buku yang sebenarnya. Padahal bisa menjadi suatu aset dalam budaya kita yang sangat besar,” paparnya.
Disebut sebagai hasil warisan sejak jaman pra sejarah ini terlihat pada i candi Borobudur itu ada daun kalpataru yang telah digunakan, bukan hanya di negara kita tapi negara lain untuk kemanfaatan umat manusia.
Dr Daniel mengaku pernah membaca dalam buku berbahasa Belanda yang terbit tahun 1900 yang membahas jamu yang dikonsumsi sehari-hari.
Baca juga: China Masters 2024: Mia `Baru` Hancurkan Akane Yamaguchi Pertama Kalinya
“Karena kita ketahui bahwa Belanda, melalui organisasi perdagangan VOC masuk ke Indonesia karena rempah-rempah yang berasal dari 17 pulau nusantara. Hingga saat ini VOC itu perusahaan multinasional yang asetnya paling besar di dunia,” imbuhnya.
Hingga saat ini tercatat ada 40 ribu jenis tanaman yang dijadikan sebagai bahan baku alami obat-obatan dan ramuan. Dan 30 ribu di antaranya terdapat di Indonesia.
“Itu yang menjelaskan mengapa Indonesia yang sangat kaya. Dr Daniel Tjen mengungkapkan jamu sebagai wellness tourism menjadi tren global. Bahkan, dari data pasar, wellness tourism adalah industri bernilai miliaran dolar dengan pertumbuhan pesat.
“Ada permintaan Global. Karena jamu menjadi Solusi kesehatan berbasis alami dan tradisional yang semakin banyak diminati. Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pemimpin dalam wellness tourism global berkat kekayaan jamu dan tradisi kesehatannya,” tandasnya.
