HELOINDONESIA.COM -Selena Gomez, penyanyi dan aktris asal Amerika Serikat, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya mengalami gangguan pencernaan yang disebut Small Intestinal Bacterial Overgrowth (SIBO) atau pertumbuhan bakteri berlebih di usus kecil. Informasi ini disampaikan melalui komentar di TikTok, yang kemudian dihapus, terkait penampilannya di American French Film Festival di Los Angeles bulan lalu.
Dilansir Healthline (22/11), dokter penyakit dalam Rudolph Bedford, MD, menjelaskan bahwa gejala umum SIBO meliputi perut kembung dan membesar akibat penumpukan gas. "Ini terjadi karena pertumbuhan berlebih bakteri dalam usus," ujar Bedford, yang bertugas di Providence Saint John's Health Center, Santa Monica.
Lho lho lho
Baca juga: Siswa SD Dapat Rp 1 Juta Usai Buktikan Sapi Makan Martabak
Bedford memaparkan bahwa tubuh manusia memiliki lebih dari 10 triliun bakteri, melebihi jumlah sel tubuh. Bakteri ini membantu proses pencernaan. Namun, pertumbuhan bakteri yang berlebihan dapat memicu gangguan seperti produksi gas hidrogen dan metana berlebihan, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman.
Menurut Bedford, gejala SIBO meliputi nyeri perut, diare, sembelit, perut kembung, penurunan berat badan, malabsorpsi lemak, hingga tinja yang tampak berminyak. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan penyerapan vitamin tertentu.
SIBO dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti motilitas usus yang terganggu, pola makan, stres, penggunaan obat-obatan, hingga penyakit kronis seperti diabetes, lupus, radang usus, atau skleroderma. Pasien imunosupresi akibat kemoterapi atau terapi lain juga lebih rentan mengalami kondisi ini.
Bedford menyoroti bahwa Selena Gomez memiliki risiko lebih tinggi karena riwayat lupus dan transplantasi ginjal, yang memerlukan konsumsi obat imunosupresif. "Obat-obatan ini membuatnya lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri berlebih," jelasnya.
Meskipun belum ada obat untuk SIBO, pengelolaan gejalanya dapat dilakukan. Terapi meliputi penggunaan antibiotik seperti Xifaxan dan Neomycin, diet rendah FODMAP, serta konsumsi probiotik atau makanan fermentasi seperti kimchi, kefir, dan asinan kubis.***
