HELOINDONESIA.COM - Unit Pelayanan Teknis Pengelolaan Air Minum (UPT PAM) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan terus menggencarkan sosialisasi pentingnya penggunaan air bersih bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan air yang berkelanjutan demi menjaga kesehatan dan lingkungan.
Sekretaris DCKTR Tangsel, Hadi Widodo, menjelaskan bahwa air bersih memiliki peran vital dalam kehidupan sehari-hari.
"Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan air bersih yang sehat," ujarnya dalam keterangan tertulis, seperti dikutip media lokal, Senin (25/11/24).
Baca juga: Panglima TNI Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Halim Perdanakusuma
Pada Jumat (20/11), UPT PAM DCKTR mengadakan acara sosialisasi di Aula Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel.
Acara ini membahas dampak pemanfaatan air tanah terhadap lingkungan, seperti penurunan debit air, penurunan muka air tanah, dan intrusi air laut.
Menurut data Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD), masyarakat Tangsel terbagi menjadi tiga klaster berdasarkan sumber konsumsi air. Hadi Widodo menjelaskan bahwa mayoritas penduduk (81,84%) masih menggunakan air sumur, sementara 14,4% mengandalkan air kemasan, dan hanya 3,74% menjadi pelanggan air dari PAM.
Baca juga: Menteri Kebudayaan: Kekayaan Kebudayaan adalah Harta Karun Nasional
"Tingginya penggunaan air sumur dapat memengaruhi kualitas dan ketersediaan air tanah jika tidak dikelola dengan baik," kata Hadi.
Kepala UPT PAM DCKTR Tangsel, M. Hafiz, menambahkan bahwa air tanah yang terkontaminasi dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk diare, tipus, hingga hepatitis.
"Air tanah yang tercemar bahan kimia seperti arsenik atau limbah industri dapat berdampak buruk bagi kesehatan," ujarnya.
Baca juga: Dirumorkan Akan Tutup Seluruh SPBU di Indonesia, Shell Bantah Kabar Tersebut
Mengutip data UNICEF tahun 2022, sekitar 70% dari 20.000 sumber air rumah tangga di Indonesia tercemar limbah tinja. "Kami mendorong masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat dengan sanitasi yang tepat," pungkas Hafiz.
Dengan sosialisasi ini, UPT PAM DCKTR Tangsel berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya air demi kesehatan dan kelestarian lingkungan.
