HELOINDONESIA.COM -Croup adalah infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan di area pita suara, ditandai dengan batuk keras menyerupai suara anjing laut dan kesulitan bernapas.
Dikutip dari Healtline, kondisi ini sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun, terutama di wilayah yang ada musim gugur dan musim dingin. Jadi bila anak Anda berpergian ke luar negeri waspadalah.
Batuk croup jarang menyebabkan kematian, terutama jika ditangani dengan cepat dan tepat. Namun, dalam kasus parah, pembengkakan saluran napas dapat menghambat pernapasan, yang berpotensi mengancam nyawa, terutama pada anak kecil.
Penyebab Croup
Croup umumnya disebabkan oleh virus parainfluenza, adenovirus, atau RSV. Dalam kasus jarang, croup dapat dipicu oleh alergi, iritan, atau infeksi bakteri.
Gejala Croup meliputi:
- Batuk menggonggong
- Suara serak
-:Napas berat
- Demam
- Gejala flu ringan
Segera cari bantuan medis jika anak menunjukkan:
- Suara bernada tinggi saat bernapas
- Kesulitan menelan
- Kulit membiru di sekitar mulut atau kuku
Croup Spasmodik
Jenis ini sering terjadi tanpa demam, biasanya berhubungan dengan flu biasa.
Diagnosis
Dokter mendiagnosis croup melalui pemeriksaan fisik, mendengarkan batuk khas, atau dalam beberapa kasus, menggunakan rontgen.
Pengobatan
Kasus Ringan: Dapat dirawat di rumah dengan pelembap udara dingin dan obat pereda nyeri.
Kasus Berat: Steroid atau tabung pernapasan mungkin diperlukan. Jika infeksi bakteri terlibat, antibiotik diberikan.
Untuk kasus dehidrasi, cairan infus akan diberikan.
Pencegahan
Sebagian besar kasus croup disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan flu biasa atau influenza. Strategi pencegahannya sama untuk semua virus ini. Strategi tersebut meliputi sering mencuci tangan, menjauhkan tangan dan benda dari mulut, dan menghindari orang yang sedang tidak enak badan.
