HELOINDONESIA.COM - Olahraga secara rutin baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Aktivitas fisik ini juga merupakan hobi bagi sebagian orang. Olahraga baik dilakukan di dalam maupun di luar ruangan sama baiknya.
Meski demikian, olahraga tidak dianjurkan bagi yang sedang kurang tidue. Idealnya tidur selama tujuh sampai delapan malam. Jika kurang dari jam normal tersebut, maka bisa dianggap kurang tidur.
Jika Anda tengah mengalami keadaan kurang tidur atau badan kurang fit, lebih baik jangan dipaksakan untuk melakukan olahraga. Lebih baik tubuh diistirahatkan agar kembali bugar.
Nah, apa jadinya bila dalam keadaan kurang tidur namun tetap memaksakan olahraga? Jika tubuh tidak mendukung, namun olahraga tetap dijalankan, maka kemungkinan akan terjadi beberapa dampak buruk.
Simak ulasan ini terkait dampak olahraga dalam keadaan sedang tidur.
Risiko cedera meningkat
Tubuh kurang fit akan berpengaruh terhadap reaksi badan, kemampuan dan otot-otot tubuh pun akan dililit kelelahan. Dalam keadaan ini, tubuh rentan mengalami cidera.
Disarankan agar beristirahat sehingga tubu.h akan kembali bugar dan fit. Jangan memaksakan diri yang membuat tubuh cidera. Dikhawatirkan, potensi cidera berat bisa menghantui.
Mengganggu proses perbaikan jaringan tubuh
Dampak buruk lain saat Anda kurang tidur ini cukup Berbahaya. Karena bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh bagian dalam.
Penyebabnya, ketika kadar kortisol meningkat, hal tersebut turut mengganggu proses pemulihan serta pertumbuhan jaringan baru. Kortisol adalah hormon di dalam tubuh yang akan meningkat ketika kurang tidur.
Bahaya Olahraga saat Kurang Tidur
Memengaruhi sistem daya tahan tubuh secara negatif
Jika seseorang mengalami kurang tidur meskipun hanya satu malam saja, maka efeknya hormon kortisol di dalam tubuh Anda akan meninhkat. Hal ini menyebabkan kemampuan tubuh Anda untuk melawan infeksi menjadi menurun drastis.
Tidak bersemangat
Badan lesu dan kurang bersemangat akan anda alami jika waktu untuk beristirahat harus terganggu.
Kurang tidur selama beberapa malam maka secara bersamaan akan menurunkan performa, fungsi kognitif, serta waktu reaksi Anda. Hal ini tentu bisa menganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan.
