Helo Indonesia

Ada 10 Negara Tujuan Ekspor, Berikut 3 Kategori Jamu yang Dicanangkan BPOM

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Sabtu, 25 Januari 2025 23:29
    Bagikan  
Jamu
Foto: pexels

Jamu - Jamu yang menjadi salah satu hasil kekayaan budaya Nusantara dan juga wellness dan health tourism menjadi daya tarik bagi beberapa negara di masa pandemi.

HELOINDONESIA.COM -Ketika Covid-19 atau Corona melanda beberapa negara periode 2019-2022, membuat kondisi ekonomi terpukul.

Seperti China, kondisi ekonominya menurun. I Phone stop produksi, Samsung, Xiaomi rugi membesar.

Ekonomi Jepang juga melambat, termasuk negara Italia, juga ada negara Iran dan negara Saudi dan hampir semua negara termasuk di Indonesia.

Efeknya juga sampai ke Indonesia, industri penerbangan, UMKM, Pariwisata terkena dampaknya.

Baca juga: Berlebihan dalam Penggunaan Herbal Bisa Hasilkan Racun, Kok Bisa? Ini Penjelasan Guru Besar Farmasi Unair

Namun yang bisa bertahan justru hanya di industri makanan, kesehatan dan bisnis online yang memang saat itu sangat dibutuhkan.

Jamu yang menjadi salah satu hasil kekayaan budaya Nusantara dan juga wellness dan health tourism menjadi daya tarik bagi beberapa negara di masa pandemi tersebut.

Wakil Ketua DPP GP Jamu, Thomas Hartono dalam webinar yang dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (25/1/2025) mengungkapkan bahwa jamu itu ada beberapa kategori yang sudah dicanangkan oleh BPOM.

"Dan itu harus kita turuti dan jalankan sebelum menuju ke ekspor jamu ke beberapa negara," ujar Thomas.

Baca juga: Proliga 2025, Bandung bjb Mulai Buka Persaingan Lolos Final Four Usai Bungkam Petrokimia

Kategori jamu sesuai peraturan badan BPOM, menurut Thomas, menjadi 3 golongan.

Pertama, jamu yang merupakan warisan dari leluhur yang tidak bisa dihilangkan karena itu sudah menjadi kebudayaan di Indonesia.

"Jamu ini akan tetap dipertahankan dengan registrasi jamunya," tambah Thomas.

Kedua, jamu sebagai Obat Herbal Terstandar (OHT). OHT ini sudah menjadi jamu yang terstandar atau istilahnya obat herbal berstandar.

Baca juga: Setelah Didar-Der-Dor Bunda Dor Dor, Giliran Bang Taun Balik Dar-Der-Dor

"Ini sudah bisa menyangkut juga di dalamnya ada vitamin dan lain-lain," tambahnya.

Ketiga, jamu fitofarmaka yang dikembangkan secara scientic dan bisa mengklaim nantinya bisa mencegah, menyembuhkan dan mengobati.

"Tapi Fitofarmaka ini membutuhkan sesuatu proses biaya yang besar dan proses yang panjang. Bisa satu sampai dua tahun dan apabila berhasil maka hasilnya juga bisa dipromosikan secara umum ke dunia," papar Thomas.

Dari OHT dan Fitofarmaka inilah, lanjutnya, anggota-anggota GP Jamu sudah bisa export ke mancanegara.

"Jamu Indonesia sudah bisa diakui oleh negara tertentu, terutama di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin. Mungkin untuk negara Eropa dan Amerika penyelidikan lebih lanjut ke arah obat," terangnya.

Baca juga: Indonesia Masters 2025: Fajar/Rian dan Jojo ke Final

Tak hanya jamu, GP Jamu juga akan mengekspor rempah-rempah.

"Rempah-rempah itu sendiri kalau kita lihat itu dikonsumsi sehari-hari sebagai makanan rumah tangga dan restoran dan lain-lain. Tapi rempah atau spices yang dipakai untuk jamu kosmetik dan produk farmasi dan produk barang minuman itu adalah tertentu yang tidak diproduksi untuk sehari-hari," terangnya.

Kemudian, sambungnya, yang paling penting itu ada minyak Atsiri. Sebab, pengusaha-pengusaha jamu juga sudah banyak yang memproduksi minyak atsiri.

"Termasuk Nilam, cengkeh, sereh dan lain-lain. Termasuk diproduksi GP Jamu juga yang nantinya sudah bisa dieksport," imbuhnya.

Baca juga: Indonesia Masters 2025: Pemain Taiwan Sung Shuo Yun Melambung

Dari 10 negara tujuan ekspor jamu Indonesia yang disebarkan oleh departemen perdagangan Amerika paling tinggi, lalu Tiongkok, Jepang, Singapura, India Malaysia dan Vietnam .

Namun demikian, jika dilihat dalam US miliar dolar, ekspor jamu Indonesia itu tergolong kecil hanya sekitar 1 sampai 2 persen.

"Nah inilah yang menjadi konsern kami bagaimana caranya nanti tahun-tahun depan GP Jamu akan melakukan road show b to b ke semua negara. Pengusaha-pengusaha jamu akan kita ajak untuk ber b to b di Asia dan Afrika. Baru ke negara Timur Tengah dan lain-lain," tutup Thomas.

Tags
jamu