Helo Indonesia

Minum Jamu Harus Sesuai Dosis, ini Risiko Kalau Terlalu Rendah atau Terlalu Tinggi Takarannya

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Sabtu, 26 Juli 2025 20:37
    Bagikan  
Ramuan Madura
Foto: tangkapan layar

Ramuan Madura - Dua wanita Madura sedang membuat remuan jamu khas Madura

HELOINDONESIA.COM - Dalam dunia perjamuan atau minuman herbal khas Nusantara, terbagi menjadi dua. Jamu Usodo dan Jamu Non Usodo.

Jamu Non Usodo ini filosofi yang digunakan hanya materi dan energinya saja.

"Jadi molekul ini merupakan materi dan materi ini mengandung energi. Inilah yang digunakan untuk menghasilkan khasiat," terang Fajar Prasetya, Dewan Jamu Indonesia (DJI) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (26/7/2025).

Khasiat inilah, menurutnya, salah satu protein reseptor yang fungsinya sebagai saluran ion.

Baca juga: Ziarah ke Makam Tokoh Jadi Rangkaian Hari Jadi ke-284 Kabupaten Rembang

"Jadi kalau misalnya kita minum cairan elektrolit itu betul kita memang butuh ion untuk berbagai macam aktivitas tubuh," tambahnya.

Nah di sini pun, lanjutnya, dia membutuhkan tiga materi molekul untuk bisa membuka tutup saluran.

"Artinya, untuk bisa menghasilkan khasiat itu harus ada pergerakan protein di dalam tubuh kita," katanya.

Jadi jamu non jampi usodo itu adalah energi yang kita pakai dari masing-masing molekul kimia yang digunakan.

Baca juga: Sejak 2016 Dilarang, Bidan di Kendal Kini Bisa Kembali Praktik Mandiri

Energi tersebut dirasakan pada saat kita minum jamu yang dimakan atau mungkin jamu yang dioles

"Yang kita butuhkan adalah molekul kimianya. Nah molekul kimia tersebut membawa energi. Bahwa setiap molekul kimia yang ini terkandung di dalam jamu maupun obat itu mengandung energi yang bisa kita gunakan," paparnya.

Sementara, yang menggunakan itu adalah bagian-bagian sel-sel tubuh.

"Jadi di dalam molekul kimia itu tersimpan energi potensial yang kita kenal sebagai energi ikatan bebas maupun energi transformasi ikatan," ujarnya.

Baca juga: Dinobatkan Tokoh Pamomong Jawa Tengah, Gubernur Ajak Bangun Kebersamaan

Energi ini kita bisa hitung dan kita bisa prediksi sehingga kita bisa tahu berapa sih dosis jamu, dosis obat yang harus digunakan untuk bisa menghasilkan efek untuk bisa menghasilkan khasiat, itu bisa diukur.

Nah sehingga nanti sekian gram daun sambiloto dan sebagainya. nah itu kita kita kita bisa tentukan.

"Karena kadang orang bilang jamu itu jelek. Bukan jamu yang jelek mungkin dosisnya yang kurang atau dosisnya terlalu banyak. Kalau dosisnya kurang, maka jamu tadi tidak membuktikan khasiat. Tapi kalau dosisnya terlalu terlalu tinggi pemakaiannya nggak benar. Jadi mengonsumsi jamu pun harus ada koordinat ruang dan waktunya," tandasnya.