Helo Indonesia

Eva Dwiana Perkuat Layanan Kesehatan, Bandarlampung Jadi Garda Depan Lawan TBC

Selasa, 14 April 2026 19:40
    Bagikan  
Eva Dwiana Perkuat Layanan Kesehatan, Bandarlampung Jadi Garda Depan Lawan TBC

Kota Bandarlampung menjadi percontohan/ foto Hajim

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Kota Bandarlampung menjadi percontohan sebagai kota dalam penanggulangan penyebaran penyakit TBC di provinsi Lampung.

Wali Kota Eva Dwiana mengatakan, Pemkot Bandarlampung akan terus rutin melakukan pengecekan rutin terhadap pasien khusunya keluarga, untuk meminimalisir penyebaran penyakit TBC," ucapnya.

undefined

" Komitmen prioritas kesehatan tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan. Antara lain pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat," ujarnya,Selasa.( 14/4/2026).di Aula Semergou lantai 4.

Eva Dwiana menambahkan, warga cukup menunjukkan KTP Kota Bandarlampung untuk mendapatkan layanan baik di puskesmas maupun rumah sakit. Termasuk rumah sakit negeri dan swasta.

undefined

" Upaya ini turut diperkuat melalui layanan posyandu, seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan bayi. Serta pelayanan keluarga berencana," terang Eva Dwiana

"Tak hanya fokus pada layanan, pemerintah juga terus meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Daerah RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo," tuturnya

" Kebijakan tersebut berdampak positif terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandarlampung yang pada 2025 mencapai 81,26 atau kategori sangat tinggi," jelas Wali Kota Tapis Berseri.

Sementara Wamenkes RI Benyamin Paulus Octavianus, mengatakan pemerintah pusat menegaskan komitmen serius dalam menuntaskan kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia, dengan menempatkan Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah prioritas penanganan.

Dr Beny panggilan Wamenkes RI Benyamin Paulus Octavianus menambahkan, bahwa sebanyak 125 ribu orang meninggal setiap tahun akibat TBC di Indonesia.

" Bahkan saat ini, Indonesia menempati peringkat kedua dengan kasus TBC tertinggi di dunia.Bapak Presiden memberi perhatian khusus pada masalah penyakit menular," terangnya.

" Kami ditugaskan langsung untuk memimpin pemberantasan TBC di lapangan,pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran memiliki delapan program unggulan, dua di antaranya fokus pada sektor kesehatan, yakni penanganan stunting dan gizi buruk serta pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) dan penguatan fasilitas kesehatan," ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang kini didorong adalah pembangunan 66 rumah sakit di kabupaten yang sebelumnya hanya memiliki puskesmas, guna pemerataan layanan kesehatan.

Wamenkes menyebut Lampung termasuk dalam 11 provinsi prioritas karena tingginya kasus TBC. Meski demikian, ia mengapresiasi capaian daerah dalam meningkatkan notifikasi kasus dari 50 persen menjadi 80 persen, dengan target di atas 90 persen pada tahun ini.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru ada pada penularan di luar rumah dan keberadaan infeksi laten TBC (kuman tidur) yang menjadi bom waktu.

"Banyak orang tidak sakit, tapi membawa kuman. Ini yang harus kita kejar dengan skrining masif.Sebagai langkah strategis, pemerintah akan melakukan skrining kesehatan gratis secara masif," tuturnya.

" Jika terdapat 4.000 kasus TBC, maka sekitar 20 ribu orang yang merupakan kontak erat wajib diperiksa.Pemeriksaan meliputi tes kesehatan dasar hingga rontgen dan tes dahak. Sementara bagi yang terpapar namun belum sakit, akan diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) selama 12 minggu untuk mencegah berkembangnya penyakit," paparnya.

Untuk mendukung program tersebut, Kemenkes mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,1 triliun, termasuk untuk pengadaan alat rontgen dan operasional lapangan.

"Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan insentif bagi kader TBC di tingkat desa dan kelurahan serta menyederhanakan sistem pelaporan agar tenaga kesehatan lebih fokus pada penanganan di lapangan, " katanya.

Wamendagri Akhmad Wiyagus yang dua kali datang Lampung , menegaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan penanganan TBC dapat diselesaikan dalam tiga tahun ke depan.

“Kehadiran kami adalah bentuk komitmen nyata. Ini kunjungan keempat kami, dan akan terus berlanjut ke daerah lain,” ujarnya.

Wamendagri memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Bandarlampung yang dinilai memiliki komitmen paling lengkap dibanding daerah lain yang telah dikunjungi.

" Karena pemerintah kota memilik kesiapan data hingga kekuatan sekitar 10 ribu kader kesehatan yang dinilai menjadi modal besar dalam percepatan eliminasi TBC," terang Akhmad Wiyagus didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wali Kota Eva Dwiana, serta jajaran OPD terkait dan perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP).

“Saya optimis, dengan potensi kader yang ada, TBC di kota ini bisa segera tuntas, sebab penanganan TBC harus dilakukan secara terbuka tanpa menutupi data, serta melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, akademisi, hingga jurnalis," pungkasnya.( Hajim).