HELOINDONESIA.COM - Pada musim kemarau dengan cuaca panas seperti sekarang ini bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah biang keringat.
Biang keringat atau miliaria adalah ruam kecil kemerahan yang menonjol, terasa gatal dan perih di kulit.
Biang keringat disebabkan oleh timbulnya ruam dan peradangan akibat penyumbatan pada kelenjar keringat.
Kondisi ini umumnya terjadi saat seseorang berada di cuaca yang panas atau lingkungan yang bersuhu lembap.
Baca juga: Kronologis Tukang Becak Tua Sekarat Digotong Bikin KTP ke Disdukcapil
Biang keringat kerap ditandai dengan gejala berupa bentol-bentol kecil berwarna merah, terutama di tempat menumpuknya keringat.
Gejala-gejala tersebut dapat muncul di seluruh bagian tubuh dan bisa terjadi pada semua usia, namun paling sering terjadi pada anak-anak dan bayi.
Biang keringat disebabkan oleh timbulnya ruam dan peradangan akibat penyumbatan pada kelenjar keringat.
Berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya biang keringat, yaitu:
1. Iklim tropis
Iklim dan cuaca yang panas serta lembap merupakan pemicu utama dari munculnya biang keringat.
Baca juga: Anis Matta Kritik Capres yang Mengklaim Didukung Umat : Picu Polarisasi di Masyarakat
2. Kepanasan
Kepanasan dapat memicu tersumbatnya kelenjar keringat yang menyebabkan biang keringat.
Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kepanasan adalah menggunakan pakaian yang terlalu tebal atau tidur dengan selimut tebal saat suhu sedang panas.
3. Aktivitas fisik
Aktivitas atau olahraga tertentu yang menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak keringat dapat memicu terjadinya biang keringat.
4. Kelenjar keringat belum berkembang
Kelenjar keringat pada bayi belum berkembang sepenuhnya sehingga keringat lebih mudah tertahan di dalam kulit.
Oleh karena itu, biang keringat lebih mudah terjadi pada bayi.
5.Obesitas
Seseorang dengan berat badan berlebih (obesitas) lebih berisiko mengalami biang keringat, terutama pada bagian lipatan kulit, seperti perut, leher, dan ketiak.
6. Tirah baring terlalu lama
Pasien yang menjalani tirah baring dalam waktu yang cukup lama, terutama yang mengalami demam, lebih berisiko untuk mengalami biang keringat.
Pengobatan biang keringat
Biang keringat umumnya tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pertolongan medis yang khusus.
Kondisi seperti ini dapat ditangani sendiri di rumah dengan langkah-langkah sederhana, seperti berikut:
1. Membersihkan bagian yang mengalami ruam dengan air mengalir dan sabun yang lembut.
Baca juga: Hampir Semua Pemain Fit, Marcelo Siapkan Persik Hadapi Persija Dengan Skuad Inti Minus Anderson
2. Mengompres bagian yang mengalami ruam, dengan kain lembap atau es batu yang dibalut kain.
3. Menggunakan bedak gatal pada bagian yang mengalami ruam, untuk mengurangi rasa tidak nyaman di kulit dan mencegah ruam menyebar.
4. Mandi, hal ini cukup ampuh karena keringat akan terbawa air sehingga tubuh menjadi bersih.
5. Menghindari cuaca panas, sebaiknya tetap berada di tempat yang sejuk agar gejala biang keringat tidak semakin parah.
6. Minum banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi.
Baca juga: Mengutamakan Kamera Dengan Teknologi AI, Tecno Camon 20 Pro 5G Jadi Penantang di Pasar Indonesia
7. Memakai pakaian longgar sehingga tidak menghambat pengeluaran keringat dan menghindari gesekan pakaian dengan ruam.
Jika biang keringat yang dialami cukup parah dan mengganggu, segera hubungi dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.